Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan

Karya Imam Mahdzab yang Tetap Eksis (Refleksi Pentingnya Menulis)


Empat imam mahdzab yang paling dikenal di dunia Islam adalah Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi'i, dan Imam Ahmad. Banyak keutamaan dan keistimewaan para imam mahdzab tersebut sehingga para imam mahdzab menjadi panutan di tengah-tengah umat. Meskipun tidak menafikan para ulama lain, namun empat imam demikian populer di tengah umat dan dikenal sebagai pendiri mahdzab dalam khazanah Islam.

Namun ada pertanyaan yang cukup menggelitik. Apakah para imam madzhab tersebut adalah orang yang paling berilmu di zaman beliau? Apakah tidak ada ulama yang lebih berilmu dibandingkan dengan beliau? Ternyata di masa para imam mahdzab hidup terdapat ulama yang lebih berilmu dibandingkan dengan para imam mahdzab tersebut. Terdapat riwayat yang menceritakan bahwa ada ulama-ulama yang lebih berilmu dibandingkan para imam mahdzab. Namun demikian para ulama' yang lebih berilmu tadi kemudian tidak dikenal oleh umat seiring dengan wafatnya beliau.

Al-Imam Malik berkata: “Tidaklah aku berfatwa, kecuali sebelumnya aku telah meminta rekomendasi dari orang yang lebih berilmu dariku, ‘Apakah aku telah pantas berfatwa?’ Aku bertanya kepada Rabi’ah dan Yahya bin Sa’id, lalu keduanya memerintahkanku berfatwa.

Dalam riwayat tersebut disampaikan bahwa Imam Malik menyampaikan beliau sebelum berfatwa senantiasa bertanya kepada ulama' yang dianggap beliau lebih berilmu, seperti Rabiah dan Yahya bin Sa'id.

Walaupun Rabiah dan Yahya bin Sa'id lebih berilmu dari Imam Maliki, namun  sesudah wafat Rabiah dan Yahya bin Sa'id tidak banyak dikenal oleh kaum muslimin. Yang banyak dikenal oleh umat Islam secara umum adalah Imam Maliki, meskipun dari sisi keilmuan Imam Maliki sendiri mengakui tidak sealim Rabiah dan Yahya bin Sa'id.

Hal ini ternyata disebabkan karya Imam Maliki tercatat. Ya benar, rahasianya karena beliau atau murid beliau senantiasa mencatat ilmunya. Sehingga karya Imam Malik bisa dibaca oleh umat Islam secara luas, dan tetap bisa diambil manfaatnya walaupun Imam Malik sudah wafat. Demikian pula dengan imam mahdzab yang lain, seperti Imam Hanafi, Imam Syafii, atapun Imam Ahmad bin Hambal. Karya-karya para imam mahdzah tersebut masih bisa dipelajari oleh jutaan kaum muslimin sampai sekarang. Hal ini dikarenakan ilmu beliau terpelihara dalam tulisan yang berada dalam berbagai kitab karangan beliau.

Ini menunjukkan pentingnya tulisan. Apabila suatu ilmu tidak dijaga dan dipelihara dengan tulisan, maka ilmu tersebut akan hilang seiring dengan meninggalnya pemilik ilmu. Namun, apabila ilmu tersebut ditulis, maka ilmu tersebut akan bisa terus dibaca dan diambil manfaatnya walaupun sang pemilik ilmu sudah meninggal dunia. Sehingga ilmu tersebut bisa dimanfaatkan oleh banyak orang bahkan sampai generasi berikutnya.

Dengan demikian, menulis menjadikan diri kita eksis. Sepanjang tulisan kita ada dan dibaca orang maka sepanjang itu pula diri kita dikenal manusia. Ketika tulisan kita bermanfaat dan diamalkan orang yang membacanya, maka insya Allah akan menjadi catatan amal jariyah bagi diri kita di Sisi Allah SWT.

Aktifitas menulis bisa menjadi wasilah untuk berdakwah, menyeru manusia untuk taat kepada Allah. Dengan tulisan kita dapat menyampaikan argumentasi untuk mengajak manusia mengenal keindahan Islam. Mengungkap kebenaran ajaran Ilahi sehingga manusia dapat tersadarkan dan mendapat hidayah Allah melalui tulisan kita. Tulisan kita bisa jadi akan dibaca oleh puluhan bahkan jutaan orang. Apalagi saat ini zaman informasi teknologi yang memungkinkan tulisan kita diakses oleh puluhan bahkan jutaan manusia dalam waktu yang singkat. Sehingga aktifitas menulis dapat membawa kemanfaatan untuk diri kita dan manusia secara luas.

Wallahu a'lam bishshowab.

RINGKASAN BUKU: "MENJADI PEMBELA ISLAM", M. Rahmat Kurnia



1.        MENJADIKAN HIDUP PUNYA MAKNA
Menurut firman Allah, manusia diciptakan sama halnya dengan makhluk-makhluk yang lain. Seperti halnya pohon, binatang dan sebagainya, sama-sama bisa bergerak, berkembang biak, menyayangi anak dan berinteraksi satu sama lain. Hanya saja yang membedakan antara keduanya adalah terletak pada kemampuan akal. Semua makhluk hidup semisal binatang juga mempunyai otak, namun tidak mempunyai akal.
Dengan kemampuan akal inilah manusia mempunyai rasa tanggung jawab atas apa yang diperbuatnya dan bisa membedakan dirinya dengan binatang. Binatang tidak bisa membedakan halal atau haramkah dan milik siapa makanan yang telah dimakannya. Berbeda dengan manusia, yang mampu dengan kemampuan fungsi akalnya bisa membedakan mana makanan yang halal dan yang haram.
Namun problema yang menyangkut hal tersebut kini muncul di tengah-tengah masyarakat. Banyaknya orang yang sudah menjelma menjadi sesosok binatang. Hal tersebut terbukti banyaknya orang yang mengorupsi bagian orang lain dan tidak bisa membedakan mana haknya dan mana hak orang lain. Maka ketika manusia disodorkan ayat-ayat Allah tetapi tidak mau memahami, mengerti, dan mengamalkannya maka hakikatnya manusia tersebut tidak berbeda dengan hewan. Bahkan disebutkan lebih sesat daripada hewan (QS. Al A’rof [7] : 179).
Melalui ibadah manusia akan berbeda dengan hewan, bahkan melambung jauh lebih tinggi derajatnya ketimbang hewan. Ibadah maknanya tho’atullah wa khudu’un lahu waltizamu maa syaro’ahu minad din. Yaitu ketaatan kepada Allah, tunduk, taat, dan patuh kepada-Nya serta terikat dengan aturan agama yang disyariatkan-Nya.

2.    SUNGGUH ALQURAN ADALAH KALAMULLAH
Kita dapat menyatakan bahwa jawaban terhadap pertanyaan darimana al-Quran itu berasal? Hanya dan hanya terdapat 3 alternatif kemungkinan jawaban Kemungkinan pertama al-Quran berasal dari orang Arab. Kemungkinan kedua, al-Quran berasal dari Muhammad saw. Sedangkan kemungkinan ketiga, al-Quran berasal dari Allah Swt.
Kemungkinan pertama tidak dapat diterima. Sebab faktanya, bangsa arab tidak pernah mampu membuktikan kemampuannya dalam membuat karangan yang semisal al Quran, baik dari segi gaya bahasa, ketepatan pemilihan kata, ataupun isinya. Mereka tidak dapat memenuhi tantangan al-Quran QS.Hud:13.
Kemungkinan kedua juga tidak dapat diterima. Ada dua penyebab- Pertama, Muhammad saw. adalah bagian dari bangsa Arab. Jika seluruh bangsa Arab telah ditantang al-Quran dan mereka tidak mampu membuat satu surat pun yang semisal al-Quran, maka beliau pun tidak mungkin mampu membuatnya. Kedua, gaya bahasa dalam tutur kata beliau sebagaimana yang terekam dalam hadis-hadis perkataan (qauliyyah) ternyata sangat berbeda dengan gaya bahasa al-Quran.
Kemungkinan ketiga, adalah kemungkinan yang benar. Sebab, jika kemungkinan pertama (bahwa al-Quran buatan bangsa Arab) dan kedua (bahwa al-Quran buatan Muhammad) tidak terbukti, sementara tidak ada kemungkinan lain selain kemungkinan ketiga, maka kemungkinan ketiga itulah yang benar. Al-Quran berasal dari Allah Swt.! Dengan kata lain, al Quran merupakan firman (kalam) Allah Swt. Patut dicamkan bahwa, seorang tokoh sastrawan Arab bernama Walid bin Mughirah pernah mengeluarkan statemen: Aku adalah orang yang paling tahu tentang sya'ir Arab Tak ada yang lebih pandai tentang hal itu daripada aku. Sungguh apa yang dibaca Muhammad itu bukanlah ucapan manusia, tak ada yang lebih tinggi darinya" (lihat: Taqiyuddin an-Nabhani, asy-Syakhshiyyah al-Islamiyyah, II, hal. 148). Dengan demikian, secara aqliy al-Quran itu merupakan firman Allah (kalamullah) dan mustahil berasal dari selain-Nya.
Selain itu, banyak sekali penjelasan di dalam al-Quran tentang realitas-realitas yang terbukti belakangan memang benar penjelasan itu sesuai dengan realitas sebenarnya. Misalnya cara-cara pembentukan manusia di dalam rahim ibunya dalam tiga kegelapan, tahap-tahap perubahannya, pembentukannya dari satu penciptaan ke penciptaan yang lain, dan waktu peniupan ruh ke dalamnya. (QS. az Zumar [39]: 6). Sesungguhnya semua ini belum diketahui kecuali baru dewasa ini. Hal ini menunjukkan bahwa al-Quran berasal dari Zat Pencipta manusia yang mengetahui proses pembentukannya, bukan berasal dari Muhammad yang tidak dapat membaca dan tidak dapat menulis.
Demikian pula berkaitan dengan apa yang terdapat tentang lebah bahwa Ratu betina dari lebah lah yang membuat sarang, ratu itulah yang mengumpulkan sari sari dari bunga, dan dia pulalah yang menghasilkan madu. QS An Nahl 68-69.
Apa yang terdapat di dalam al-quran tentang semut bahwa ratu semut lah yang memerintah dan melarang, bukan yang jantan.
Banyak penjelasan penyelesaian dari Allah realitas hidup dan kehidupan yang pada masa turunnya al-quran belum terjamah oleh penelitian manusia. Merah yang dapat diambil bahwa semua itu memperkuat bukti tentang kenyataan bahwa Alquran mustahil berasal dari selain Allah.
Setelah mengimani Alquran mintakan kaum muslimin untuk melakukan sebagai berikut: Membaca Alquran, memahami Alquran, mengamalkan Alquran, mengajarkan Alquran.
3.        AKHERAT LEBIH BAIK DARIPADA DUNIA
Penyakit yang selalu menghalagi manusia untuk bertakwa ialah keterpikatan kepada dunia. Memang disadari atau tidak, dunia merupakan perhiasan sebagaimana hadits Nabi. Jadi, tidak salah jika manusia lebih terpikat dan memprioritaskan keindahan dunia daripada bertakwa kepada Allah. Hal tersebut dapat berimplikasi terhadap eksistensi agama Islam ke depan. Jika hal demikian tidak segera teratasi maka kekeroposan Islam akan terjadi. Islam akan cerai berai dan mulai melupakan terhadap ajaran syara’. Padahal allah swt selalu memerintahkan agar umatnya selalu berpegang teguh kepada hukum syara’. Dalam konteks ini Rasulullah saw pernah bersabda bahwa “tinggalkanlah olehmu sekalian apa saja yang telah kutinggalkan. Sesungguhnya yang menyebabkan kebinasaan umat-umat sebelum kamu adalah karena banyaknya pertanyaan mereka dan mereka bertindak tidak sesuai dengan apa yang disampaikan oleh nabi-nabi mereka. Oleh karena itu, bila aku melarang sesuatu kepada kamu sekalian maka jauhilah, dan bila aku memerintahkan sesuatu maka kerjakanlah sekuat tenaga”.
Di dalam ayat QS Ali Imron:14-17 Allah menegaskan bahwa secara inheren manusia memiliki karakter untuk mencintai kesenangan dunia. Dunia memang perhiasan namun keadaan yang lebih baik daripada itu adalah surga bagi orang orang yang bertaqwa.
Jelaskan bahwa fitrahnya manusia memiliki keinginan dan kesukaan untuk menikmati kesenangan dunia. Dengan demikian tidaklah orang memiliki rasa suka terhadap berbagai kesenangan dunia tersebut halal Haram dalam menentukan barang dan berpegang teguh pada suara melakukan upaya pencapaiannya.
Namun demikian tidak berarti adanya dorongan dari Allah untuk menghabiskan waktu dalam meraih kesenangan tersebut. Sebaliknya menjelaskan bahwa ada yang lebih baik dari semua kesenangan dunia tersebut yaitu surga di akhirat.
Dunia bukanlah tempat pembalasan perbuatan yang baik. Dunia untuk menggantikan Harapan. Sebab dunia bukankah Hakiki semuanya semu belaka.
Memerintahkan untuk mempergunakan berbagai potensi dunia ini dalam rangka menyambut kebahagiaan dalam kehidupan kelak di akhirat lupakan kehidupan dunia itu sendiri (QS. Al Qoshos:77).

4.  RIZKI, BEKERJA, DAN TAWAKAL
Pengamatan secara mendalam terhadap ayat-ayat al-qur'an menyimpulkan bahwa Rizki itu ada di tangan Allah Semata (QS. Thaha 132). Seringkali ditemui seseorang mendapatkan Rizki tanpa usaha dia seseorang yang sedang enak-enak naik bus antar kota datang orang tadi akan membayar ongkos namun apa yang terjadi ongkos Bapak sudah dibayar oleh Bapak yang memakai baju batik. Banyak contoh-contoh yang menunjukkan bahwa tanpa usaha seseorang mendapat Rizki misalkan orang yang mendapat harta melalui jalan warisan.
Namun demikian terkadang seseorang yang sudah bekerja dengan keras usaha tersebut tidak mendapatkan Rizki. Contoh seorang pengusaha yang telah menginvestasikan kekayaannya sekuat tenaga justru mengalami kerugian bahkan kebangkrutan.
Dengan demikian bekerja bukanlah sebab datangnya Rizki karena bila bekerja merupakan sebab datangnya Rizki pastilah setiap orang yang bekerja akan mendapatkan rezeki. Hal tersebut jelas bahwa Rizki ada ditangan Allah semata.
Sekalipun seorang mukmin mengimani bahwa Allah memberi rizki kepada siapa yang dia kehendaki dan menyempitkan rezeki Siapa yang dia kehendaki, namun diam diri tanpa berusaha sekuat tenaga mobil menunggu Allah memberikan rezeki kepadanya. Samping dia mengimani bahwa Rizki ada di tangan Allah dia juga berusaha dalam bekerja akan bekerja sesuai dengan dimensi manusiawinya dan hukum sebab akibat. Bekerja menurut muslim adalah dalam rangka beribadah kepada Allah.
Seorang mukmin memahami betul bahwa bekerja keras itu adalah ibadah yang harus dia lakukan. Disamping itu dia pun yakin bahwa kerja keras bukanlah sebab datangnya Rizki. Sebelum dia melakukan aktivitas apapun termasuk bekerja mencari rizki segala sesuatunya ia serahkan kepada Allah.
Sikap demikian melekat pada diri seorang muslim maka ia akan menjadi orang yang profesional dalam bekerja sekaligus pasrah menerima berapapun Rizki yang akan diperolehnya tanpa punya rasa khawatir tidak mendapat rezeki.
Dengan demikian seorang muslim yang benar-benar beriman bahwa Rizki ada ditangan Allah tidak akan berani meninggalkan dakwah, jihad ataupun kewajiban yang lain karena khawatir tidak mendapat Rizki.

5. MENYONGSONG KEMATIAN YANG MENGGEMBIRAKAN
Agama Islam melalui kalamullah dalam al-Qur’an selalu menginstruksikan untuk berbuat takwa, takut kepada Allah. Yaitu dengan mengimplementasikan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Termasuk juga didalamnya mengenai selalu ingat akan mati, selalu merasa diawasi oleh Allah Swt dan senantiasa introspeksi diri. Dengan demikian, “kematian” yang merupakan sesuatu yang biasanya paling ditakuti oleh setiap orang akan senantiasa pudar, tidak takut mati dan siap untuk menjalani proses kematian.
Kematian pasti tiba realitas yang membuktikan kematian Tidak Bisa dihindarkan. Tidak peduli tua muda atau bahkan masih kecil kematian datang maka manusia tidak bisa menghindar dari kematian tersebut.
Setiap orang meyakini akan kematian namun hanya segelintir orang yang mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Untuk menghadapi kematian ada beberapa hal yang patut dilakukan:
1.      Ingat akan mati dan akhirat. Rasulullah dan para sahabat beserta pengikut sesudahnya yang Shalih senantiasa berusaha mengingat kematian dalam rangka untuk mempersiapkan diri dengan amal.
2.      Merasa diawasi oleh Allah. Seseorang yang memahami betul Hakikat kehidupan setelah mati akan berusaha terus untuk menjaga seluruh perbuatannya senantiasa terikat dengan hukum-hukum Allah.
3.      Senantiasa introspeksi diri. Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab oleh Allah. Itulah pegangan seorang muslim yang tengah bersiap-siap menghadapi kematian.
4.      Memperbanyak amal kebaikan. Hidup di dunia merupakan pengembaraan menuju akhirat melewati gerbang kematian. Beramal sholeh seoptimal mungkin merupakan suatu yang hendak diraih bagi orang yang yakin datangnya kematian.
Jelaslah kematian pasti tiba hal yang terpenting adalah bagaimana saat kita mati benar-benar berada dalam keadaan total kepada Allah.

6.  BERBUAT TAAT UNTUK MERAIH KEBAHAGIAAN
Manusia mau tidak mau harus terikat dengan hukum syariat bila ingin bahagia dunia dan akhirat. Hal ini dapat dilihat dari beberapa perspektif: Kelemahan dan keterbatasan manusia, Allah akan menghisap manusia, maha Tahu atas segala sesuatu, dan perintah Allah sendiri untuk terikat dengan hukum-hukumnya.
Manusia itu lemah dan serba terbatas. Dalam persoalan material yang kompleks manusia pun kesulitan untuk menjawabnya. Apalagi dalam perkara ghaib. Persoalan ini bagi seorang Muslim Bukan semata didasarkan pada realitas tersebut. Allah berfirman di dalam Alquran bahwa pengatur pengetahuan manusia amatlah terbatas (QS Al-Isra 85)
Oleh karena itu tidak mengherankan bila manusia seringkali menyangka sesuatu itu baik padahal buruk, dan menyangka sesuatu yang buruk sebagai baik.
Allah akan meminta pertanggungjawaban manusia. Oleh karena itu seorang Muslim akan senantiasa berusaha mentaati aturan Allah. aturan kehidupan harus sesuai dengan Hukum Allah.
Allah adalah Dzat Yang Maha Tahu. Sendiri yang menjelaskan kepada kita bahwa dia mengetahui segala sesuatu (QS. Al-Baqarah: 29). Berdasarkan hal tersebut maka satu-satunya jalan keselamatan adalah senantiasa terikat dengan Hukum Allah karena Allah yang Maha Mengetahui mana yang baik dan buruk untuk manusia.
Allah memerintahkan manusia untuk selalu terikat dengan hukum syariat. Banyak Sekali ayat alquran yang menegaskan hal tersebut. Sia adalah hukum syariat yaitu aturan-aturan Allah yang dibawa oleh Rasulullah bukan akal dan hawa nafsu manusia.
Tersebut jelaslah bahwa manusia itu lemah dan terbatas. Seluruh perbuatannya akan dihisab oleh Allah. Sementara itu Allah Maha Mengetahui atas seluruh perbuatan manusia. Memerintahkan untuk selalu terikat dengan hukum-hukum Islam. Semua itu meniscayakan orang yang takut akan hari akhir untuk selalu terikat dengan hukum syarat. Untuk itu perlu memahami hukum syariat caranya Melalui pengkajian Islam. Muslim yang ingin berbahagia akan selalu berupaya untuk mendalami Islam dan menerapkannya.
Dalam konteks menjalani ketakwaan, seyogyanya seseorang tidak menyombongkan diri membangkang karena manusia adalah makhluk yang lemah dan sangat terbatas pengetahuannya. Semisal, manusia tidak akan pernah tahu berapa kali jantungnya bisa berdetak dalam satu menit, dua menit dan seterusnya? Juga berapa jumlah rambut yang berada di kelapanya? Dan berapa pula jumlah rambut yang rontok mulai dari baru baligh hingga sekarang? Berbeda dengan kemampuan Allah yang maha perkasa dan maha mengetahui, tahu akan segala-galanya baik yang telah terjadi dan yang belum terjadi.

7. MENUJU KEPEMIMPINAN IDEOLOGIS ISLAM
Secara logis, ideology Islam tidaklah mungkin keliru. Keotentikannya sudah terbukti dalam Al-Qur’an dan hadits. Dalam hal ini yang mesti dipertanyakan adalah subjeknya. Sebab itu, perlu kiranya ada penyadaran yaitu menciptakan hidup sarat dengan makna, berpatokan kepada Al-Qur’an sebagai hidayah (petunjuk) untuk menapaki realitas dinamika kehidupan dunia yang lebih baik. Sinergi dengan kalamullah yang direpresentasikan dalam kitab suci Al-Qur’an. Kitab yang paling sempurna daripada kitab-kitab suci samawi sebelumnya. Isi kitab suci ini (Al-Qur’an) menerangkan dan menjawab secara detail segala problema yang ada, mulai dari awal diciptakaannya manusia hingga hari kiamat. Sehingga tak salah kemudian, jika al-Qur’an selalu up to date sepanjang massa. 
Mabda’ merupakan istilah bahasa Arab untuk kata ideologi. Hanya sayang, akibat pengaruh sekularisme, ideologi dimaknai sempit. Padahal menurut Muhammad Muhammad Ismail dalam bukunya al-Fikru al-Islamiy (hal. 9-11), mabda' merupakan aqidah aqliyyah yanbatsiqu 'anha an-nizham. Maksudnya, aqidah 'aqliyyah yang melahirkan aturan-aturan (nizham) dalam kehidupan. Menurut definisi ini, sesuatu disebut mabda’ bila memiliki dua syarat, yaitu sebagai aqidah 'aqliyyah  dan memiliki sistem aturan. Akidah merupakan pemikiran menyeluruh tentang dunia, sebelum dunia, setelah dunia, hubungan antara dunia dengan sebelum dunia, dan hubungan antara dunia dengan kehidupan sesudah dunia. Sementara itu sistem aturan tersebut mencakup berbagai pemecahan terhadap berbagai problematika kehidupan (baik pribadi, keluarga, masyarakat maupun menyangkut persoalan ibadah, akhlak, sosial, politik, ekonomi dan budaya) serta cara untuk menerapkan berbagai pemecahan tersebut cara untuk memelihara akidah tersebut (Lihat: an-Nabhani, Nizham al Islam, hal. 22), aqidah aqliyah plus berbagai pemecahannya disebut fikrah (konsepsional). Sedangkan cara untuk menerapkan berbagai pemecahan tersebut, cara untuk memelihara aqidah, dan cara untuk menyebarkan akidah.
Allah memberi pilihan kepada kita akan sebagai qiyadah fikriyah ataukah tidak. Seharusnya sebagai ideologi ataukah hanya sekedar alat penenang hati, pelipur dalam ibadah ritual dan etika? Semuanya terpulang kepada masing-masing. Namun Allah memberitahukan bahwa jika ingin berbahagia lakukanlah perintah Allah dan tunaikanlah seruan-Nya. Yang perlu ditempuh adalah mengemban qiyadah fikriyah Islamiyah untuk di darah daging dan pada kaum muslimin kehidupan Islam. Setelah itu disebarkan ke seluruh penjuru dunia melalui jalan pemerintahan Islam.

8. MENGENAL PROBLEMATIKA UMAT MASA KINI
Jika orang-orang Muslim tidak memegang teguh terhadap al-Qur’an dan hukum syara’ maka agama Islam akan bercerai-berai. Yang dimaksud bercerai-berai dalam hal ini adalah kurangnya “rasa” militansi kepada orang-orang Muslim lainnya. Nasionalisme dibidang politik juga ikut andil menjadi problema untuk mencerai beraikan agama Islam. Terjadinya konflik, hingga pertumpahan darah menjadi bukti konkrit bahwa Islam telah dicekokkan oleh paham kebangsaan sekaligus mengsubordinasikan paham-paham lalin, termasuk akidah Islam. Ironisnya dalam hal ini, pemerintah sendiri kurang begitu ikut andil menyelesaikan persoalan. Padahal yang terjadi konflik dalam hal ini adalah sesama orang Muslim. Reformasi kini justru semakin mengokohkan system thaghut berupa sekularisme yang memisahkan agama dari kehidupan masyarakat dan Negara. Jadi, jika hal tersebut dikorelasikan dengan problem Nasionalisme maka tidak dapat dipungkiri lagi, akan berimplikasi terhadap banyaknya negeri-negeri kecil yang akan mencuat di mana-mana.
Hampir seluruh negeri Islam menjadi Negeri muslim miskin. Wilayah dunia yang diduduki oleh negara maju hanya seperempat dunia, namun mereka menikmati 80% penghasilan dunia. Inti dari persoalan ekonomi di negeri lebih muslim adalah diterapkannya sistem ekonomi kapitalisme.
Di bidang budaya kehidupan masyarakat muslim menjadi semakin terbarat kan. Musik, pakaian, makanan, minuman, film, dan kaya hidup Semuanya berkiblat ke barat. Moral menjadi marak di mana-mana. Imperialisme sosial menjadi hal yang lumrah terjadi di negeri-negeri kaum muslimin.
Dominasi informasi media massa Barat menjadikan opini di skenario menurut cara pandang ideologi Barat. Sebagai contoh kecil ketika ratusan kaum muslimin dibantai oleh orang Kristen di Maluku, media massa menggambarkan kejadian tak berperikemanusiaan tersebut. Berikutnya saat 114 orang pasukan merah meninggal dikepung pasukan muslim yang teraniaya media massa mempropagandakan nya.
Episode pun beralih menjadi pembaratan Islam itu sendiri. Terjadi di konstruksi di bidang aqidah dan Syariah.
Banyak lagi penyakit dan problematika lain yang dihadapi kaum muslimin. Apabila kita mau merenungkan dalam dalam realitas kaum muslimin tersebut, ditemukan bahwa betapa banyak persoalan yang Menghadang kaum muslimin. Demikian semua itu bukanlah persoalan pokok. Sebab masalah utamanya adalah karena hukum Islam tidak lagi diterapkan oleh umat ini.
Selain nasionalisme dibidang politik, orang-orang barat juga menerapkan konsep kapitalisme di bidang ekonomi. Hal ini terbukti kemudian, hampir seluruh Negara-negara Islam ketimpangan oleh Negara-negara maju, hampir seluruh Negara-negara Islam berhutang kepada Barat. Misalkan di Indonesia, hutang negeri ini mencapa sekitar 150 Milyar dollar AS. Jika hal tersebut dibagi-bagikan kepada setiap penduduk Indonesia, maka setiap orang—termasuk bayi yang baru lahir—akan menanggung utang luar negeri sekitar 750 dollar atau sekitar Rp. 5.625.000. Jadi, kalau negeri ini bisa diandaikan laksana seorang budak yang disiksa oleh majikannya. Hal tersebut sudah menjadi kebiasaan, seorang budak yang disiksa oleh majikannya yang tidak diketahui kesalahannya. Begitupun juga dengan Negara-negara Islam, yang selalu dianggap salah, padahal kesalahan yang dimaksud masih semu (kurang jelas).
Problema yang sangat samar, tertata rapi, merayap dengan pelan tanpa ada umat Islam yang merasakannya. Mungkin itulah gambaran dari pembaratan di bidang budaya yang dilakukan oleh orang-orang barat untuk mengelabui orang-orang Islam secara kasat mata. Mulai dari mode, music, film dan sebagainya. Yang pasti, hal tersebut sedikit banyak akan melonggarkan pengangan orang-orang Muslim terhadap hukum syara’. Misalkan dalam per-film-an. Mayoritas film barat saat ini tidak pernah lepas dengan adegan-adegan “Hot” sehingga hal ini berimplikasi terutama pada kalangan remaja. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Psikologi Unpad pada tahun  1992 menunjukkan bahwa persentasi hubungan seks diluar nikah yang dilakukan oleh remaja. Untuk di daerah Sukabumi sekitar 26.5%, di Bandung sekitar 21.7%, di Cirebon 31.6% dan di Bogor sekitar 30.9% (hal.109). sungguh ironis pula, perfilm-an yang demikian saat ini juga diadopsi oleh perfilm-an Indonesia. Hal ini terbukti dari banyaknya film-film horor yang berbau seks semisal Suster Keramas, Hantu Tanah Kusir, Tiran (Mati di Ranjang) dan masih banyak yang lainnya. Kondisi Islam saat ini sudah sangat krisis moral dan miskinnya peng-implementasi-an dari ajaran-ajaran Islam yang sudah termaktub dalam al-Qur’an dan Hadits.

9. ISLAM PEMBAWA KEMASLAHATAN
Sesungguhnya problematika yang menimpa konsumen bukanlah musibah, melainkan merupakan kerusakan yang dilakukan oleh tangan manusia (QS ar-rum 41). Segala bentuk problematika yang melanda kaum muslimin disebabkan keengganan mereka untuk Ingat kepada petunjuk Allah (QS. Toha 124). Solusi dari semua problematika ini adalah kembali kepada hukum-hukum Allah (QS Al A'raf 96).
Solusi dari semua problematika ini adalah kembali kepada hukum-hukum sebagai sebuah sistem kehidupan. Hanya syariat Islam itu sajalah yang dapat mendatangkan kebaikan dan menjauhkan keburukan bagi umat manusia. Islam merupakan satu-satunya Din yang diridhai akan mendatangkan maslahat sekaligus menjauhkan mafsadat di mana ada hukum syarat di sekolah ada masalah. Dengan demikian tidak ada pilihan bagi orang yang merindukan kebaikan dan kemaslahatan dunia dan akhirat selain menerapkan syariat Islam. Inilah keyakinan benar-benar beriman. Dia menerima seluruh hukum Islam dengan penuh keyakinan.
Namun tidak sedikit kaum muslimin yang ter silakan oleh pemikiran para kafir sehingga ragu terhadap keampuhan syariat ini. Padahal Siapakah yang lebih baik hukumnya, manusia ataukah pencipta manusia?
Ironis pada saat mereka sakit terlantar ke berobat ke dokter dan diberi obat. Mereka tidak bertanya kepada dokter, mengapa obatnya harus sekian jenis, mengapa obatnya ini dosisnya 3 x 1, yang itu 2 x 1, yang lain seperlunya saja; mereka pun ketika disuntik Tidak pernah bertanya Mengapa disuntik nya itu di sebelah sini bukan di sebelah sana, mengapa disuntik nya Hanya satu kali, mengapa posisi menyuntik nya begini tidak begitu. Mereka tidak pernah bertanya sedetail-detailnya yang diyakini keahliannya dan kejujurannya. Lantas Mengapa sikap tersebut tidak dilakukan dalam menyikapi firman Allah dalam al-quran? Mengapa ketika Allah memerintahkan menerapkan hukum-hukum seorang sosial, termasuk menegakkan Khilafah Islamiyah, ekonomi, dan budaya, 1001 pertanyaan terlontarkan. Apakah ini sesuai dengan realitas, apakah tidak akan menyinggung minoritas, apakah masih relevan, mengapa tidak diambil esensi-esensi nya agar dapat sesuai dengan zaman, apakah tidak bertentangan dengan kehidupan modern, apakah mungkin diterapkan, dan banyak lagi dari lain untuk menghindar dari hukum Allah.
Menerapkan hukum Allah tidak cukup bersifat Individual. Namun hukum-hukum Islam bersifat kolektif pun harus diterapkan. Sebab-sebab telah disebutkan masuk islam itu harus Kaffah. Hukum Islam yang bersifat kolektif ini diterapkan oleh Daulah Khilafah.

10. KHILAFAH ISLAMIYAH, SOLUSI TOTAL PROBLEMATIKA UMAT
Sebenarnya Nabi Muhammad saw menegakkan kehidupan Islam yang nyata semenjak  beliau hijrah ke madinah dan berakhir keruntuhan Daulah Khilafah Islamiyah yang berpusat di Turki pada tanggal 3 Maret 1924, sekitar kurang lebih 81 tahun yang lalu dan setelah itu tidak ada lagi kehidupan Islam. Artinya, meskipun saat ini kehidupan orang-orang Islam yang hanya menerapkan aturan-aturan Islam sebagiannya saja dan meninggalkan sebagian lainnya. Mulai dari itulah Islam mengalami kemunduran dan sampailah pada saat ini, Islam masih dibeliti berbagai macam masalah sepertihalnya tuduhan terorisme dari kalangan orang non Muslim dan lain sebagainya. Islam selalu dipojokkan, dan selalu disalahkan bahkan dicari celah kesalahannya. Hal ini tidak hanya menyebabkan kebencian dari non Muslim saja, tapi melainkan dari kalangan Islam yang lain juga akan merasa benci. Padahal dalam agama sendiri telah dijelaskan bahwa sesama umat Islam itu adalah saudara.
Sebab itulah, perlu kiranya ada pembelaan agar Islam tidak dijadikan permainan kucing-kucingan dari orang-orang barat. Kekerasan dan tuduhan terorisme dari kalangan Muslim perlu diejawantahkan, karena hal ini berpijak pada visi dan misi dari agama Islam sendiri, yaitu sebagai suka perdamaian, pembawa kemaslahatan bukan agama yang suka memberontak dan menjajah orang lain khususnya kalangan non-Muslim. Salah satunya problem solving dari berbagai problem yang sedang menggerogoti Negara-negara Islam ialah dengan melakukan rekonstruksi Khilafah Islamiyah. Karena dengan jalan khilafah ini, terbukti Islam bisa maju, membangun peradabannya sendiri tanpa adanya hegemoni dari kalangan non Muslim. Namun, apakah rekonstruksi khilafah untuk situasi dan kondisi saat ini apakah mungkin terjadi?.
Sebelumnya mungkin perlu dijelaskan tentang pengertian dan tujuan khilafah, menurut Imam Taqyuddin an-Nabhaniy mendefinisikan bahwa Daulah Khilafah merupakan sebagai kepemimpinan umum bagi seluruh kaum Muslimin dengan tujuan untuk menegakkan hukum-hukum syari’at Islam dan mengemban risalah Islam keseluruh penjuru dunia dengan dakwah dan jihad.
Menegakkan Khilafah wajib. Di dalam al-quran orang-orang peri bersaudara (QS. Al-hujurat:10). Melalui ayat ini Allah menegaskan bahwa pengikat persaudaraan itu adalah iman tanpa memandang suku, ras, teritorial, ataupun bentuk fisik. Males begitu pengkotak-kotakan ke dalam banyak negara dengan pemimpinnya jelas-jelas merupakan penghianatan terhadap ayat ini. Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda " seorang muslim adalah saudara Muslim'. Lebih spesifik lagi Rasulullah menjelaskan tidak bolehnya kaum muslimin memiliki lebih dari satu pemimpin, beliau bersabda: " bila dibayar dua orang khalifah maka bunuhlah yang terakhir dari keduanya" (HR. H muslim dari abu Sa'id al-khudri). Hadis tersebut menjelaskan bahwa kaum muslimin tidak boleh memiliki lebih dari satu jamaah kaum muslimin yakni khilafah.
Di dalam al-quran tidak terdapat istilah Daulah Khilafah, tetapi di dalam al-quran ayat yang menyatakan tentang wajibnya memiliki pemerintahan wajibnya menghubungi dengan hukum-hukum yang diturunkan Allah. (QS. Al Maidah:48). Perintah Allah kepada Rasulullah untuk berhukum kepada hukum Allah merupakan perintah juga kepada umat Islam. Karena tidak ada dalil yang mengkhususkan perintah tersebut kepada Rasulullah.
Berkaitan dengan kekuasaan tersebut Allah mewajibkan kaum muslimin untuk mentaati orang-orang yang memegang wewenang yaitu penguasa. (QS. Anisa: 59). Perintah mentaati penguasa sebenarnya juga menunjukkan perintah untuk memiliki pemerintahan. Karena Allah tidak mungkin memerintahkan taat kepada sesuatu yang tidak ada. Jadi adanya penguasa dalam satu Daulah merupakan keharusan.
Jadi tidak salah maksud adanya kembali Daulah Islamiyah saat ini, Karena memang hal itu sangat dibutuhkan, khususnya bagi orang yang masih awam pengetahuannya tentang Islam. Dengan jalan dakwah, akan senantiasa bisa menjadikan orang Islam yang kian Islami dan demi untuk meneruskan tongkat estafet yang telah diberikan oleh nabi Muhammad untuk berdakwah di seluruh penjuru dunia.

11. DAKWAH, JALAN KEMULIAAN
Dakwah merupakan upaya untuk menyeru manusia kepada Jalan Islam hingga mereka keluar dari kegelapan jahiliyah menuju Cahaya Islam. (QS. At Taubah 125). Ayat tersebut menegaskan perintah Allah kepada kaum mukminin untuk melaksanakan dakwah. Bahkan allah menyebutkan bahwa Amar ma'ruf nahi mungkar atau dakwah merupakan karakter orang-orang yang beriman. Hal ini menunjukkan bahwasanya dakwah hukumnya wajib.
Rasulullah bersabda: " demi Dzat yang jiwaku berada ditangannya sungguh kalian benar-benar akan berbuat baik dan melarang berbuat mungkar, ataukah Allah akan mendatangkan siksa dari Sisinya yang akan menimpa kalian. Kemudian setelah itu kalian berdoa maka doa itu tidak akan dikabulkan." (HR. Tirmidzi).
Hadis tersebut memberikan dua pilihan: Berdoa ataukah azab serta tidak terkabulnya doa. Membiarkan kezaliman berarti menyerahkan dirinya untuk disiksa bersama orang-orang yang zalim. (QS. Al Anfal:25).
Banyak sekali realitas-realitas tunjukkan hal itu. Perkembangan pornografi yang marak mula-mula biarkan, lambat laun semakin berani terang-terangan dijajakan seperti jualan kacang. Penjualnya pun makin menjamur. Setelah berkembang demikian rupa Maka sangat sulit untuk diberantas. Putra putri Islam kini pun menjadi sasaran empuk.
Tepat sekali perumpamaan Rasulullah tentang masyarakat. Perumpamaan orang-orang senantiasa melaksanakan hukum Allah dan orang yang terjerumus didalamnya adalah bagaikan perumpamaan orang-orang gambar di tempat dalam perahu, ada sebagian orang yang berada di atas penangkap bola yang di bawah. Orang-orang yang tK memerlukan air harus naik ke atas yang Sudah barang tentu mengganggu mereka yang diatas. Kemudian mereka berkata kami akan melubangi bagian kami ini sehingga tidak mengganggu orang-orang di atas. Jika mereka membiarkan apa yang dikehendaki orang-orang di bawah Niscaya akan binasa lah mereka itu (tenggelam semuanya), tetapi bila mereka mencegah perbuatannya itu maka akan selamatlah mereka semua.

12. BERJAMAAH DALAM BERDAKWAH
Rasulullah pada awalnya menjalani dakwah seorang diri. Berikutnya Allah memerintahkannya untuk mendakwahkan islam kepada saudara terdekat dan teman-teman. Terbentuklah jamaah di bawah pimpinan beliau yang terus melaksanakan dakwah kepada penduduk Mekah. Ini semua menggambarkan bahwa Dakwah secara berjamaah merupakan salah satu teladan dari nabi yang harus diikuti.
Realitas juga menunjukkan hal tersebut. Perubahan masyarakat dari masyarakat jahiliyah, malas beribadah, perilakunya jauh dari akhlak Islam, hukum berpihak kepada yang kuat, ekonomi penuh riba, politik penuh dengan kedustaan, dan pemisahan agama dengan negara. Maka diperlukan dakwah berjamaah untuk merubah masyarakat disebut.
Allah Swt. Berfirman: "Dan hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyeru kepada al-Khair (Islam), menyuruh pada perkara maruf dan mencegah dari perkara munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung" (QS. Ali Imran [3]: 104). Ayat ini menunjukkan pada 3 perkara. Perkara pertama, sesungguhnya Allah mewajibkan seluruh kaum muslimin untuk menegakkan sekelompok umat. Imam Ath Thabary memaknai kata uummatun' dalam ayat itu sebagai jamaatun' yang bermakna kelompok Lihat: Tafsir ath-Thabary, juz 4, hal. 38). Tugas kelompok ini adalah menyeru kepada Islam serta melakukan amar maruf dan nahi munkar (Lihat: Sayyid Quthb, Fi Zhilalil Quran, juz 4, hal. 27). Artinya, kelompok tersebut melakukan dakwah Islam baik dalam segi pemikiran maupun perbuatan. Pernyataan "Hendaklah ada di antara kalian sekelompok umat (minkum uumatun)" merupakan perintah dari Allah untuk mendirikan jamaah/kelompok dari sebagian kalangan kaum muslimin yang terorganisir rapi serta memiliki karakter benar-benar sebagai suatu jamaah. Inilah makna minkum dalam ayat tersebut. Imam Jalaluddin Muhammad dan Imam Jalaluddin Abdur Rahman untuk sebagian (lit tab'idh). Sebab menurutnya, perintah dalam ayat adalah fardhu kifayah yang tidak dapat dilakukan oleh setiap orang. (1ihat: Tafsir lalalain, juz 1, hal.5).
Dalam memaknai ayat ini, Imam lbn Katsir menyatakan bahwa maksud dari ayat ini adalah hendaklah ada satu kelompok (firqah) dari kalangan umat Islam ini untuk melakukan perkara yang dituntut tadi sekalipun melaksanakan perbuatan tersebut wajib atas setiap individu dari umat sesuai dengan kemampuannya (Lihat: Imam Ibnu Katsir, Tafsirul Qur anil Äzhin, juz 1, hal. 478).
Perintah dalam ayat itu untuk mendirikan ummatun (yakni jama’atun) memang menggunakan kata "waltakun" (hendalah). Tetapi, terdapat banyak indikasi (qarinah) yang menunjukkan bahwa tuntutan dan perintah tersebut bersifat tegas. Hal ini ditunjukkan oleh akivitas yang harus dilakukan oleh jamaah tersebut adalah aktivitas yang hukumnya wajib (Ini pendapat jumhur ulama; Lihat: Syarhu Al Asnawi Dez 2, hal. 18 dan 19)
Perkara kedua, jamaah yang diperintahkan didirikan dari ayat itu adalah partai politik. Di dalam ayat itu (Ali Imran (3): 104 dijelaskan bahwa jamaah yang harus dibentuk itu memiliki 2 tugas menyerukan al khair dan amar maruf nahi munkar. Imam Ibnu Katsir memaknai menyeru kepada al-Khair sebagai mengikuti al-Quran dan as Sunah (Lihat: Imam Ibnu Katsir, Tafsirul Qur'anil'Azhim, juz 1, hal. 478). Dengan demikian menyeru kepada al-Khair artinya menyeru atau mendakwahkan Islam secara keseluruhan. Sementara itu, memerintahkan perkara ma'ruf berarti memerintahkan segala perkara yang sesuai dengan Islam dan mencegah yang munkar berarti mencegah segala perbuatan yang bertentangan dengan ajaran Islam. Jadi, Allah Swt. dalam ayat tersebut mewajibkan kaurm muslimin untuk memiliki kelompok (kelompok) yang mengajak orang untuk menerapkan Islam secara keseluruhan dan melakukan amar ma'ruf nahi munkar. Dengan kata lain, ayat itu memerintahkan adanya kelompok yang mengemban dakwah Islam dan melanjutkan kehidupan Islam, yakni memerangi hukum kufur beserta kekuasaannya dan mewujudkan hukum Islam beserta kekuasaannya.
Satu hal yang penting dipahami adalah teks perintah dalam surat Ali Imran (3] ayat 104 tadi -siapapun yang mengetahui bahasa Arab sekalipun hanya sedikit saja akan memahami hal ini- bukanlah perintah untuk melakukan 2 aktivitas tersebut, melainkan perintah untuk mendirikan kelompok yang melakukan 2 kewajiban itu. Perintah amar maruf nahi munkar dalam ayat itu bersifat umum. Hal ini disebabkan dengan adanya alif dan lam dalam kata ma'ruf dar munkar (Lihat: Al Baidhawi, Minhajul Wushul fi Timil Ushul, juz 2, hal. 61 - 63). Baik pada rakyat biasa ataupun pada penguasa. Padahal, seringkali kejahatan di tengah masyarakat lahir dari kejahatan penguasanya.
Begitu pula, kemunkaran yang dilakukan penguasu tidak sebanding dengan kemungkaran secara individual. Berkaitan dengan persoalan ini, Rasulullah saw, bersabda: “Berjuang yang pating utama adalah mengatakan keadilan pada penguasa yang menyeleweng (dari Islam)" (HR, Abu Daud dan at Turmudzi)
Dengan demikian, perintah dominan dalam ayat tadi adalah pembentukan jamaah yang aktivitasnya adalah mendakwahkan Islam dan mengoreksi penguasa melalui Jalan amar ma’ruf dan nahi munkar. Jamaah dengan karakteristik demikian tidak mungkin selain partai politik. Sebab ma'ruf nahi munkar pada kelompok yang terus menerus melakukan amar ma'ruf nahi munkar penguasa adalah hanya partai politik. 

“AL WAFI” SYARAH KITAB ARBAIN NAWAWI



“AL WAFI” SYARAH KITAB ARBAIN NAWAWI
Dr Musthofa Dieb Al-Bugha Muhyidin Mistu
Menyelami makna 40 Hadits sallallahu Alaihi Wasallam


Ukuran: 18 cm x 24,5 cm
Tebal: 429 Halaman
Berat 0,60 kg
Hard Cover


HADITS KE-1 SEGALA PERBUATAN DITENTUKAN NIATNYA
Hadits ini sangat penting karena menjadi orientasi seluruh hukum dalam Islam. Ini bisa dilihat dari pendapat para ulama. Abu Daud berkata hadits ini setengah dari ajaran Islam, karena agama bertumpu pada dua hal: Sisi lahiriyah amal perbuatan dan Sisi batiniah niat.
Asbabul wurud Hadits
ibnu Mas'ud berkata di antara kami ada seorang laki-laki seorang wanita bernama Ummu Qais. Namun wanita itu menolak sehingga ia berhijrah ke Madinah. Maka laki-laki hijrah dan menikahinya. Karena itu kami memberikan julukan Muhajir Ummu Qais.
Fiqhul Hadits
1.       Syarat niat. para ulama sepakat bahwa perbuatan seorang mukmin tidak akan diterima dan tidak akan mendapat pahala kecuali jika diiringi dengan niat.
2.       Waktu dan tempatnya. Waktu niat adalah diawali ibadah. Niat bertempat di hati jadi tidak disyaratkan untuk diucapkan. Namun demikian boleh saja diucapkan untuk membantu konsentrasi hati.
3.       Keharusan hijrah. Hijrah dari negeri kafir ke negeri Islam adalah wajib bagi seorang muslim Jika ia tidak bisa melakukan ajaran agama Islam dengan terang-terangan.
4.       Orang yang berniat Melakukan kebaikan Namun karena satu atau lain hal misalnya sakit parah atau meninggal dunia sehingga ia tidak bisa melaksanakan maka ia tetap akan mendapatkan pahala.
5.       Hadis ini mendorong kita untuk ikhlas dalam segala perbuatan dan ibadah.
6.       Semua perbuatan dan bermanfaat jika diiringi dengan niat yang ikhlas dan hanya mencari Ridha Allah maka perbuatan tersebut bernilai ibadah.

HADITS KEDUA ISLAM, IMAN, DAN IHSAN
Hadits ini sangat penting meliputi semua amal perbuatan yang terakhir dan yang batil bahkan semua ilmu syariat mengacu pada karena memuat segala hal yang ada dalam semua hadits bahkan saat menjadi ummuh sunnah induk bagi Hadits.
Kandungan Hadits
1.       Memperbaiki pakaian dan penampilan. Ketika hendak masuk masjid dan akan menghadiri majelis ilmu disunahkan memakai pakaian yang rapi bersih dan memakai minyak wangi.
2.       Definisi Islam. Islam secara etimologi berarti tunduk dan menyerah sepenuhnya kepada Allah.
3.       Definisi iman. Secara etimologi Iman berarti pengakuan atau pembenaran. Secara terminologi berarti pembenaran dan pengakuan yang mendalam akan adanya Allah, malaikat, kitab-kitab samawi, para rasul, hari akhir, qada dan qadar.
4.       Islam dan iman. Meskipun iman dan Islam berbeda tidak jarang dipergunakan dengan arti yang sama. Keduanya saling melengkapi.
5.       Definisi Ihsan. Ihsan adalah ikhlas dan penuh perhatian.
6.       Hari kiamat dan tanda-tandanya. Tibanya hari kiamat adalah rahasia Allah.
7.       Etika bertanya. Seorang muslim akan menanyakan sesuatu yang membawa manfaat bagi dunia dan akhirat nya.
8.       Metode tanya jawab. Pendidikan modern pun mengakui bahwa metode tanya jawab adalah metode pendidikan yang relatif berhasil.

HADITS KETIGA RUKUN ISLAM DAN FAKTOR FUNDAMENTAL LAINNYA
Hadis tentang rukun-rukun Islam sangatlah penting karena merupakan salah satu Dasar Islam kumpulan dari berbagai hukum kejelasan tentang ajaran Islam dan memuat rukun-rukun islam yang telah disebut quran.
Kandungan hadis
1.       Bangunan Hadis
a.       Dua kalimat syahadat
b.      Menegakkan sholat
c.       Menunaikan zakat
d.      Haji
e.      Puasa Romadhan
2.       Rukun-rukun islam merupakan kesatuan yang saling terkait.
3.       Tujuan ibadah. Ibadah dalam Islam bukan sekedar kegiatan bentuk fisik lebih dari itu ibadah mempunyai tujuan yang mulia.
4.       Cabang-cabang iman.
5.       Melalui hadis ini kita bisa memahami bahwa Islam adalah akidah dan perbuatan.

HADITS KE 4 TAHAPAN PENCIPTAAN MANUSIA DAN AMALAN TERAKHIRNYA
Hadis ini sangat penting menjelaskan kondisi manusia dari awal penciptaan nya kehidupannya di dunia hingga kondisinya di akhirat.
Kandungan hadis
1.       Tahapan perkembangan janin. Janin mengalami tiga kali perkembangan.
2.       Peniupan roh. Para ulama sepakat bahwa roh ditiupkan pada janin ketika janin berusia 120 hari.
3.       Larangan aborsi. Para ulama sepakat bahwa aborsi setelah roh ditiupkan kedalam janin adalah haram.
4.       Allah Maha Mengetahui. Allah mengetahui kondisi manusia sebelum Mereka diciptakan. Keimanan, ketaatan, kekufuran, kemaksiatan, kebahagiaan atau kesengsaraan, semuanya atas pengetahuan dan kehendak Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
5.       Menggunakan takdir sebagai argumen. Allah telah memerintahkan kepada kita untuk meyakini dan mentaati-Nya, juga melarang kita dari kekufuran dan kemaksiatan. Itulah yang telah dibebankan kepada kita. Adapun apa yang telah digariskan untuk kita sama sekali kita tidak mengetahuinya. Oleh karena itu orang-orang yang dan berbuat kesesatan tidak bisa menggunakan takdir sebagai argumen kekafiran dan kefasikan mereka.
6.       Yang menjadi penentu adalah bagian akhir dari amal perbuatan.
7.       Nabi Muhammad sering berdoa wahai Dzat yang membolak-balikkan hati bukankah hatiku dalam agama-Mu.
8.       Sesungguhnya akhiran yang buruk diakibatkan oleh dapat keburukan yang terpendam dalam jiwa manusia yang tidak diketahui orang lain.
9.       Tahapan pertumbuhan janin yang dijelaskan dalam hadis ini belum terdeteksi ilmu kedokteran kecuali pada masa-masa akhir. Hal ini menjadi bukti kemukjizatan Al Quran masalah yang sangat nyata.

HADITS KE-5 MENOLAK KEMUNGKARAN DAN BIDAH
Hadis ini yang merupakan salah satu Dasar Islam yang sangat penting merupakan parameter dari setiap perbuatan ditinjau dari segi lahir. Bahwa semua perbuatan yang tidak didasari perintah Allah dan rasulnya maka perbuatan tersebut tertolak.
Kandungan hadis
1.       Islam dilakukan dengan cara mengikuti (it tiba), bukan menciptakan (ibtida')
2.       Berbagai perbuatan yang bertolak. Semua perbuatan yang tidak didasari oleh perintah syar'i adalah bertolak.
3.       Perbuatan yang diterima. Segala perbuatan yang didukung oleh syariat akan diterima.
4.       bidah yang tercela dan bidah yang terpuji. Perkara yang sifatnya baru dan bertentangan dengan syariat maka perkara tersebut tergolong bid'ah yang tercela dan sesat. Perkara yang sifatnya baru dan tidak bertentangan dengan syariat bahkan sesuai dan didukung syariat maka perkara tersebut baik dan diterima.
5.       Barangsiapa yang mereka-reka satu amalan maka dosanya ia sendiri yang menanggung dan amalan tersebut tertolak.
6.       Setiap larangan cenderung pada dampak kerusakan.
7.       Agama Islam sangat sempurna tidak ada satu kekurangan apapun.

HADITS KE-6 HALAL DAN HARAM
Hadis ini menjelaskan perkara-perkara yang, haram dan Samar. Ada yang mengatakan bahwa hadis ini sepertiga dari ajaran Islam.
Kandungan hadis
1.       Ada perkara perkara yang jelas diperbolehkan. Ada perkara yang jelas jelas jelas dilarang. Ada perkara yang samar tidak jelas halal dan haramnya.
2.       Macam-macam subhat:
a.       Sesuatu yang haram namun kemudian timbul keraguan karena tercampur dengan yang halal.
b.      Sesuatu yang halal namun kemudian tercampur dengan yang haram sehingga timbul keraguan.
c.       Sesuatu yang diragukan halal dan haramnya.
3.       Semua raja memiliki Hima dan Hima Allah di bumi adalah larangan-larangan-nya.
4.       Hati yang baik. Baik buruknya seseorang tergantung hatinya.
5.       Hadis ini mendorong pada perbuatan yang halal menjauhi perbuatan yang haram dan meninggalkan perkara-perkara samar.
6.       Seruan untuk meningkatkan intelektualitas dan memperbaiki jiwa dari dalam.
7.       Menutup semua pintu yang mengarah pada berbagai hal yang dilarang.

HADITS KE-7 AGAMA ADALAH NASIHAT
Hadis ini merupakan siklus ajaran Islam.
Kandungan hadis
1.       Ketulusan kepada Allah. Hal ini terimplementasi dalam bentuk iman kepada Allah, tidak menyekutukan-Nya, tidak mengingkari sifat-sifat Nya, meyakini bahwa segala Kesempurnaan hanyalah milik Allah menyucikan Nya dari semua kekurangan.
2.       Ketulusan kepada al-quran
3.       Ketulusan kepada Rasulullah
4.       Ketulusan kepada para pemimpin
5.       Ketulusan kepada kaum muslimin
6.       Nasihat yang paling baik adalah nasihat yang diberikan ketika seseorang dimintai nasihat.
7.       Pendapat para ulama seputar nasihat
8.       Adab-adab nasihat. Menasihati saudara dengan tidak diketahui orang lain karena barangsiapa yang menutupi keburukan saudaranya maka Allah akan menutupi keburukan di dunia dan akhirat.
9.       Nasihat adalah Islam itu sendiri

BAB KE-8 HARAMNYA SEORANG MUSLIM (TIDAK BOLEH DIBUNUH)
Hadits ini memuat perkara-perkara dari berbagai Dasar Islam.
Kandungan hadis
1.       Mengucapkan syahadatain. Dengan hanya mengucapkan dua kalimat syahadat seseorang telah terpelihara jiwa dan hartanya.
2.       Perdebatan antara Abu Bakar dengan Umar. Seputar keharusan memerangi orang-orang gak mau mengeluarkan zakat adalah bukti bahwa dengan hanya mengucapkan syahadatain seseorang telah masuk Islam. Juga bukti bahwa memerangi orang yang menolak untuk membayar zakat hanya bisa dilakukan ketika mereka dalam bentuk kelompok.
3.       Hukum bagi orang yang meninggalkan semua rukun Islam. Jika mereka satu kelompok yang kuat dan berpengaruh maka mereka harus diperangi. Jika seorang muslim meninggalkan dan tidak mau melaksanakan salah satu dari rukun Islam menurut mazhab Maliki dan Syafi'i ya harus dibunuh.
4.       Iman yang diharapkan. Pengakuan yang mendalam dan keyakinan terhadap rukun-rukun Islam sedikitpun.
5.       Maksud kalimat Ill bi haqqiha (kecuali haknya). Kecuali Islam.
6.       Perhitungan di akhirat adalah urusan Allah. Karena hanya allah-lah yang tahu masalah hati.
7.       Memerangi penyembah berhala adalah wajib hingga mereka masuk Islam.
8.       Jiwa dan harta seorang muslim terpelihara.

HADITS KE-9 MEMILIH YANG MUDAH DAN MENINGGALKAN YANG SUSAH
Latar belakang Hadits
Rasulullah berpidato di hadapan kami Seraya berkata:" wahai manusia telah diwajibkan kepada kalian ibadah haji maka berhaji lah." seorang laki-laki bertanya," ya Rasulallah Apakah dilakukan setiap tahun." rasulullah diam hingga orang tadi mengulangnya sampai tiga kali. Rasulullah pun menjawab, " andai aku jawab ya tentu lah akan diwajibkan setiap tahun dan kalian tidak akan mampu." setelah itu Rasulullah bersabda, " biarkanlah apa yang saya diamkan sesungguhnya kehancuran umat sebelumnya adalah karena mereka banyak bertanya dan berselisih dengan nabi-nabi mereka. Jika saya perintahkan kepada kalian untuk mengerjakan sesuatu maka tunaikanlah semampu kalian. Dan jika aku melarang sesuatu maka Tinggalkanlah. (shahih Muslim).
Kandungan hadis
1.       Apa yang aku larang maka jauhilah. Larangan dalam al-quran mempunyai makna haram atau makruh.
2.       Keterpaksaan menyebabkan diperbolehkannya melanggar larangan. Dalam kondisi memaksa untuk melakukan sesuatu yang diharamkan maka syariat memberikan keringanan dengan membolehkan orang yang terpaksa untuk melakukan sesuatu yang sebenarnya dalam kondisi normal dilarang.
3.       Komitmen terhadap perintah. Perintah dalam al-quran sunah mempunyai pengertian beragam. Perintah ini mencakup dua hal yaitu wajib atau sunnah.
4.       Kesukaran mendatangkan kemudahan. Syariat Allah menghendaki terciptanya kebahagiaan manusia dunia dan akhirat. Karena itulah terdapat berbagai kemudahan bagi hamba.
5.       Bagian kewajiban yang mudah tidak boleh ditinggalkan karena adanya bagian yang sulit.
6.       Menjauhi larangan dan mengikis sumber kerusakan.
7.       Mencegah kerusakan lebih didahulukan daripada mengambil manfaat.
8.       Sebab kehancuran umat terdahulu. Ada dua hal ya itu banyak bertanya yang tidak berguna dan tidak komitmen dengan syariat Allah.
9.       Macam-macam pertanyaan.
a.       Pertanyaan yang diperintahkan. Bersifat fardhu ain yaitu pertanyaan yang berkenaan dengan urusan Allah yang harus dia lakukan. Bersifat fardhu kifayah artinya Tidak semua orang wajib menanyakan cukup sebagian saja.
b.      Pertanyaan yang dilarang. Hukumnya haram apabila orang yang bertanya akan mendapatkan dosa. Pertanyaan yang bertujuan untuk mengejek. Pertanyaan tentang mukjizat dengan sikap menantang. Menanyakan sesuatu yang rumit dan hampir tidak bisa dijawab.
c.       Hukumnya makruh pertanyaan yang sebenarnya tidak dibutuhkan dan tidak bermanfaat. Bertanya tentang sesuatu yang didiamkan oleh syara'.
d.      Pertanyaan yang bersifat mubah. Pertanyaan-pertanyaan yang tercakup dalam jenis di atas.
10.   Memahami dan mengamalkan lebih diutamakan daripada bertanya.
11.   Sikap para ulama. semua Imam berusaha mengkaji dan mendalami nilai-nilai yang film-film Alquran.
12.   Pertanyaan terhadap sesuatu yang belum terjadi. Pertanyaan tentang ilmu adalah terpuji manakala pertanyaan tersebut bertujuan untuk mengamalkannya bukan untuk perdebatan
13.   Bertanya dengan tujuan mengamalkan.
14.   Ketaatan dan satuan merupakan jalan keselamatan.
15.   Peringatan agar tidak terjadi perpecahan.
16.   Balasan bagi orang yang keluar dari Jamaah Islam dan menjadi penyebab terjadinya perpecahan dan perselisihan.
17.   Berpegang teguh terhadap Syariat Allah merupakan jalan menuju persatuan.
18.   Perselisihan dalam masalah agama.
19.   Bahaya mengikuti hawa nafsu.
20.   Bisa disimpulkan bahwa Haji hanya diwajibkan sekali seumur hidup bagi orang yang mampu.


HADITS KE-10 BAIK DAN HALAL ADALAH SYARAT DITERIMANYA DOA
Kandungan hadis
1.       Yang baik dan diterima. Allah tidak akan menerima amalan kecuali amalan tersebut baik, bersih dari segala noda.
2.       Bagaimana agar amal menjadi baik dan diterima. Unsur terpenting yang menjadikan perbuatan seorang muslim baik dan diterima adalah makanan yang halal dan baik.
3.       Tidak diterimanya sebuah amalan. Maksudnya kewajiban telah dia lakukan tidak berpahala.
4.       Membersihkan harta dari barang haram.
5.       Sebab dikabulkannya doa
a.       Perjalanan jauh
b.      Baju yang kusut dan kondisi tubuh yang sangat lelah
c.       Menengadahkan kedua tangan
d.      Betul-betul berharap kepada Allah
6.       Penghalang doa. Selalu menggunakan barang haram.
7.       Doa adalah inti dari ibadah
8.       Hadits ini mendorong kita untuk berinfak dengan harta yang halal.
9.       Barangsiapa yang menghendaki doanya dikabulkan maka harus senantiasa memperhatikan yang halal baik makanan maupun pakaian.
10.   Allah akan menerima dan memberkahi infak dari harta yang baik

HADITS KE-11 YANG DIYAKINI DAN MENINGGALKAN KERAGUAN
Hadis ini merupakan poros dari ketakwaan dengan bersikap wara, juga penyelamat dari keraguan dan ketidakjelasan yang menghalangi cahaya keyakinan.
Kandungan hadis
1.       Meninggalkan syubhat.
2.       Berbagai ucapan dan sikap Salafus Sholeh berkenaan dengan sesuatu yang meragukan.
3.       Jika keraguan berbentur dengan keyakinan, kita pilih yang yakin.
4.       Orang yang meninggalkan shalat adalah orang yang telah istiqomah dalam melaksanakan yang halal dan meninggalkan semua hal yang haram.
5.       Jujur adalah kedamaian sedangkan kebohongan adalah kegundahan.
6.       Hadits ini merupakan isyarat agar kita menerapkan berbagai hukum dan menjalankan semua permasalahan dalam kehidupan atas dasar keyakinan bukan keragu-raguan.
7.       Sesuatu yang halal, kebenaran, dan kejujuran akan mendapatkan dan keridhaan. Sedangkan sesuatu yang haram, kebatilan dan Desta akan melahirkan rasa gundah dan kebencian.

HADITS KE-12 SIBUKKAN DIRI DENGAN SESUATU YANG BERMANFAAT
Hadits ini dasar yang sangat penting berkaitan masalah akhlak.
Kandungan hadis
1.       Membangun masyarakat Yang Mulia. Islam menghendaki terciptanya kedamaian dalam masyarakat tidak ada pertentangan dan permusuhan.
2.       Menyibukkan diri dengan masalah yang tidak mendatangkan manfaat adalah kesia-siaan dan lemaknya iman.
3.       Menghindari sesuatu yang tidak bermanfaat merupakan jalan keselamatan
4.       Sibukkanlah diri Anda dengan mengingat Allah niscaya anda akan menjauhi perkara yang tidak bermanfaat
5.       Perkara yang bermanfaat dan yang tidak bermanfaat.
6.       Seorang muslim seharusnya menyibukkan diri dengan berbagai masalah yang bernilai dan bukan disibukkan dengan masalah masalah yang tidak berarti.
7.       Seorang muslim hendaknya senantiasa mensucikan jiwanya dengan cara menjauhi semua masalah yang tidak bermanfaat.

HADITS KE-13 UKHUWAH ISLAMIAH
Kandungan hadis
1.       Persatuan dan kasih sayang
2.       Iman yang sempurna
3.       Nilai lebih seorang muslim
4.       Berlomba untuk mendapatkan kebaikan
5.       Keimanan menciptakan masyarakat yang bersih dan berwibawa
6.       Masyarakat yang jauh dari keimanan adalah masyarakat yang egois dan penuh kebencian
7.       Hadis ini mendorong kita untuk bersatu dan hidup teratur
8.       Hendaknya kita menjauhi hasad karena hasad dapat mengurangi kesempurnaan iman
9.       Iman senantiasa bertambah dan berkurang. Bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.
HADITS KE-14 JIWA SEORANG MUSLIM TERPELIHARA
Hadis ini merupakan dasar ketetapan hukum dalam menjaga kehidupan seorang muslim.
Kandungan hadis
1.       Terpeliharanya jiwa seorang muslim
2.       Rajam. Macam hukum rajam bagi orang yang berzina dan sudah pernah menikah.
3.       Qishos. Siapa yang membunuh seseorang muslim dengan sengaja maka ia harus dijatuhi hukuman qisos.
4.       Aman bagi orang yang murtad
5.       Meninggalkan salat
6.       Pelaksanaan qisas dilakukan oleh wali dari orang yang dibunuh dengan perintah Hakim.
7.       Masalah agama yang dapat dibuat patokan adalah apa yang disepakati oleh jamaah muslim mayoritas masyarakat muslim
8.       Dorongan untuk komitmen terhadap sebuah komunitas muslim
9.       Menghindari 3 kejahatan di atas dan peringatan agar jangan terperosok ke dalamnya
10.   Pendidikan terhadap masyarakat muslim agar senantiasa takut kepada Allah
11.   Ketetapan hukuman-hukuman dalam bertujuan untuk menjaga dan melindungi keutuhan dan kedamaian masyarakat
12.   Qisas harus dilaksanakan dengan pedang menurut mazhab Hanafi.

HADITS KE-15 ETIKA ORANG BERIMAN (UCAPAN YANG BAIK, MENGHORMATI TAMU DAN TETANGGA)
Kandungan hadis
1.       Hubungan antar anggota masyarakat
2.       Membatasi diri untuk berkata yang baik adalah diantara tanda kesempurnaan iman seseorang
3.       Banyak bicara yang tidak bermanfaat penyebab kehancuran
4.       Adab berbicara
5.       Berlaku baik kepada Tetangga
6.       Menyakiti tetangga merupakan penyakit iman yang dapat menyebabkan kehancuran.
7.       Cara berbuat baik kepada Tetangga
8.       Menghormati tamu
9.       Adab menerima tamu dan bertamu
10.   Hadits ini sangat penting karena menciptakan persatuan dan persaudaraan serta menyingkirkan semua perasaan dendam dan dengki.
HADITS KE 16 JANGAN MARAH
Kandungan hadis
1.       Akhlak seorang muslim. Berhias dengan kesabaran dan rasa malu, berpakaian tawaduk dan sayang kepada sesama.
2.       Rinduku pada surga
3.       Kesabaran kunci kemenangan dan keridhaan
4.       Kemarahan merupakan kumpulan kejahatan, sebaliknya mengendalikan marah adalah kumpulan kebaikan
5.       Kemarahan adalah kelemahan sedangkan kesabaran adalah kekuatan
6.       Dampak dari kemarahan. Marah adalah akhlak yang tercela, tapi yang buruk, dan senjata yang membahayakan
a.       Dampak negatif bagi dirinya
b.      Dampak negatif bagi masyarakat
7.       Mencegah kemarahan
8.       Marah karena mencari ridho Allah
9.       Orang yang marah bertanggung jawab atas perbuatannya.
10.   Hadits ini mengisyaratkan semangat yang tinggi seorang muslim untuk selalu mendapatkan nasehat.
11.   Hadits ini mengisyaratkan untuk sedikit bicara, banyak pekerja, dan memberikan pelajaran dengan keteladanan yang baik

HADITS KE-17 BERLAKU IHSAN (MELAKUKAN SESUATU DENGAN BAIK DAN MAKSIMAL DALAM SEGALA HAL)
Kandungan hadis
1.       Keharusan berlaku Ihsan
2.       Ihsan ketika membunuh
3.       Larangan membunuh dengan api
4.       Larangan mengurung binatang lalu menyiksanya hingga mati
5.       Larangan menjadikan hewan sebagai sasaran latihan memanah
6.       Ihsan ketika menyembelih binatang
7.       Hadis ini merupakan satu dasar dari berbagai Dasar Islam yang sangat penting karena berisi seruan Ihsan dalam segala hal.

HADITS KE-18 TAQWA KEPADA ALLAH DAN AKHLAK YANG TERPUJI
Syababul Wurut
Nabi mengutus Mu'adz Bin Jabal Ke Yaman lalu berkata ia muat bertakwalah kamu kepada Allah, pergaulilah manusia dengan akhlak yang terpuji, jika kamu melihat kesalahan Ikutilah dengan kebaikan. Muat selalu berkata Ya Rasulullah tidak ada Tuhan selain Allah termasuk kebaikan? Rasulullah menjawab kalimat itu merupakan kebaikan yang paling tinggi derajatnya.
Kandungan hadis
1.       Manusia adalah khalifah di bumi
2.       Pesan yang abadi: Takwa adalah jalan keselamatan
3.       Hakikat takwa. Dakwah mencakup semua yang dibawa oleh Islam: Aqidah, ibadah, muamalah, dan akhlak
4.       Kesempurnaan Taqwa adalah menjauhi syubhat dan sesuatu yang bercampur dengan barang haram.
5.       Syarat terealisasinya ketakwaan. Syaratnya adalah memahami ajaran Islam.
6.       Taubat dan bersegera dalam melakukan kebaikan adalah akhlak seorang mukmin yang bertakwa.
7.       Cahaya ketaatan menerangi kegelapan maksiat.
8.       Taubat merupakan syarat dihapuskannya dosa besar
9.       Akhlak merupakan dasar tegaknya peradaban
10.   Berusaha memiliki akhlak yang terpuji
11.   Akhlak yang terpuji: Melakukan silaturahim, memberi maaf, berlapang dada, dan suka memberi meskipun dalam kondisi sulit.
12.   Termasuk tanda sempurnanya iman makalah akhlak terpuji dan bersikap baik dalam pergaulan.

BAB KE 19 PERTOLONGAN DAN PERLINDUNGAN ALLAH
Kandungan hadis
1.       Pengertian nabi untuk memberi nasihat dan mencetak generasi teladan
2.       Ucapan yang akan kekal sepanjang masa dan cara menyampaikan yang sangat bagus
3.       Jagalah Allah niscaya Allah menjaga mu
4.       Pertolongan dan dukungan Allah
5.       Jagalah masa muda mu
6.       Orang-orangnya super akan mendapatkan pertolongan
7.       Hanya kepada Allah kita memanjatkan doa dan meminta pertolongan
8.       Berdoa kepada yang maha dekat dan maha menjawab
9.       Meminta kepada setiap yang tidak pernah bosan untuk memberi
10.   Meminta kepada Allah adalah kehinaan
11.   Meminta pertolongan kepada Zat Yang Maha Kuat
12.   Meminta pertolongan kepada selain Allah adalah kerendahan dan kelemahan
13.   Iman kepada Qada dan Qadar mendatangkan ketenangan dan ketentraman
14.   Iman kepada Qada dan Qadar mendatangkan keberanian
15.   Keimanan bukanlah menyerah, tawakal bukanlah pasrah
16.   Kemenangan hanya akan didapat dengan kesabaran
17.   Buah dari kesabaran
18.   Jalan keluar selalu diiringi kesusahan
19.   Setiap kesulitan pasti ada kemudahan
20.   Seorang guru sebelum menyampaikan pelajaran hendaknya ia merangsang semangat ingin tahu di kalangan anak didiknya
21.   Barangsiapa yang berada dalam kebenaran mendakwahkan kebenaran atau melakukan Amar makruf nahi mungkar niscaya segala tipu muslihat orang-orang kafir tidak bisa mencelakakan nya
22.   Setiap Muslim berkewajiban melaksanakan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang

HADITS KE-20 MALU ADALAH SEBAGIAN DARI IMAN
Rasa malu juga merupakan dari kesempurnaan iman. Pada dasarnya Islam secara keseluruhan adalah ajakan yang bertumpu pada kebaikan dan kebenaran. Juga merupakan seruan untuk meninggalkan setiap hal yang tercela dan memalukan.
Kandungan hadis
1.       Warisan para nabi. Rasa malu adalah sumber akhlak yang terpuji.
2.       Dua macam rasa malu:
a.       Rasa malu pembawaan, rasa malu ini membawa pemiliknya memiliki Akhlak Yang Mulia sehingga tidak akan melakukan kemaksiatan.
b.      Rasa malu yang diperoleh melalui usaha. Diperoleh dengan menyadari betapa besar nikmat Allah dan merasa bahwa ia masih teramat kurang dalam mensyukuri nikmat nikmat tersebut.
3.       Rasa malu yang tercela. Rasa malu yang berlebihan hingga membuat pemiliknya senantiasa dalam kekacauan dan kebingungan serta menahan diri untuk berbuat sesuatu yang sepatutnya tidak perlu malu untuk melakukannya.
4.       Malu bagi muslimah. Seorang muslimah berjalan dengan penuh rasa iffah (kebersihan jiwa) ketika bertemu seorang laki-laki.
5.       Buah dari rasa malu. Rasa malu akan membuahkan kesucian diri.
6.       Lawan dari rasa malu. Kebalikan dari rasa malu adalah rasa tidak tahu malu. Ini adalah sifat yang tercela karena mendorong pemiliknya untuk melakukan kejahatan.
7.       Tugas orang tua dan para pendidik. Berkewajiban untuk menanamkan rasa malu secara sungguh-sungguh.
1.       8 rasa malu adalah kebaikan. Semakin tebal rasa malu yang dimiliki maka semakin banyak kebaikannya.
8.       Tidak perlu ada rasa malu saat mengajarkan masalah-masalah agama saat mencari kebenaran

HADITS KE 21 ISTIQOMAH DAN IMAN
Kandungan hadis
1.       Pengertian Istiqomah. Istiqomah adalah etika yang menjadikan sempurnanya berbagai kebaikan.
2.       Pasti terdapat kekurangan. Istock istiqomah adalah Tingkatan tertinggi dalam ke sempurna, kebersihan hati yang tercermin dalam ucapan dan perbuatan, dan kebersihan aqidah dari segala Bid'ah dan kesesatan.
3.       Istiqomah hati. Istiqomah hati terdapat tauhid.
4.       Istiqomah lisan.
5.       Manfaat Istiqomah. Istiqomah adalah keteguhan dan kemenangan.
6.       Urgensi Istiqomah
7.       Hadits ini memerintahkan untuk istiqomah dalam masalah tauhid dan ikhlas beribadah hanya kepada Allah.
8.       Hadis ini merupakan bukti keinginan yang kuat dari para sahabat untuk mempelajari agamanya dan menjaga keimanannya.

HADITS KE-22 JALAN MENUJU SURGA
Kandungan hadis
1.       Rasulullah adalah rahmat bagi alam semesta
2.       Merindukan surga
3.       Komitmen terhadap berbagai kewajiban dan larangan adalah kunci keselamatan
4.       Agama ini adalah mudah
5.       Kejujuran seorang muslim
6.       Zakat dan Haji merupakan kewajiban
7.       Urgensi shalat dan puasa
8.       tingkatan-tingkatan ibadah.
9.       Halal dan haram hanya dari Allah
10.   Bersumpah untuk melakukan kebaikan
11.   Seorang muslim hendaknya selalu bertanya kepada orang yang lebih mengerti tentang berbagai syariat yang belum diketahui.
12.   para Dai dan pendidik memberikan kemudahan terhadap orang-orang yang belajar dan selalu mempermudah

HADITS KE-23 SEMUA KEBAIKAN ADALAH SHODAQOH
Kandungan hadis
1.       Hikmah yang sangat berharga.
2.       Thoharoh dan pahalanya
3.       Dzikrullah. Rasa syukur kepada Allah adalah dengan hanya kepada Nya.
4.       Shalat adalah cahaya. Setelah adalah cahaya yang tidak menuntun pelakunya kepada jalan kebenaran dan mencegahnya dari kemaksiatan.
5.       Shodaqoh merupakan bukti. Shodaqoh adalah bukti keimanan.
6.       Sabar adalah sinar. Kesabaran merupakan jalan menuju kemenangan.
7.       Alquran merupakan hujjah. Alquran adalah obat bagi orang mukmin dan Racun bagi orang kafir dan munafik.
8.       Iman adalah keyakinan, ucapan, dan perbuatan
9.       Semua amalan akan ditimbang
10.   Anjuran untuk menjaga sholat tepat pada waktunya
11.   Memperbanyak infaq kebaikan dengan ikhlas untuk Allah Semata
12.   Sabar terhadap penderitaan
13.   Alquran adalah dasar hidup bagi seorang muslim
14.   Seorang muslim senantiasa buka mengisi waktunya untuk mentaati Allah

HADITS KE-24 LARANGAN BERBUAT ZALIM
Kandungan hadis
1.       Definisi Hadits Qudsi
2.       Allah mengharamkan kezaliman atas diri-Nya
3.       Allah melarang hambanya berbuat zalim
4.       Merasa butuh kepada Allah

HADITS KE-25 KARUNIA DAN RAHMAT ALLAH
Kandungan hadis
1.       Berlomba lomba mendapatkan kebaikan
2.       Sikap Rasulullah yang arif dan bijaksana serta banyaknya peluang untuk berbuat baik
3.       Dzikir kepada Allah Adalah sebaik-baik shodaqoh untuk diri sendiri
4.       Dakwah adalah shodaqoh kepada masyarakat
5.       Luasnya karunia Allah
6.       Semua perbuatan tergantung niatnya
7.       Pintu kebaikan terbuka lebar
8.       Perubahan tanah dalam menyelesaikan masalah dan senantiasa memberi harapan
9.       Keutamaan dzikir dzikir yang disebutkan dalam hadits
10.   Anjuran kepada orang-orang hak untuk bershodaqoh jika tidak menyulitkan diri dan keluarganya. Juga anjuran kepada orang kaya agar senantiasa berdzikir.
11.   Shodaqoh bagi orang yang mampu, tetap lebih mulia daripada dzikir.
12.   Menyedekahkan sesuatu yang ia sendiri masih memerlukan atau diperlukan oleh keluarganya hukumnya makruh.
13.   Keutamaan orang kaya yang senantiasa bersyukur dan berinfaq, juga orang fakir yang sabar dan senantiasa mengharapkan pahala
14.   Keutamaan Amar ma'ruf nahi mungkar
15.   Berlaku baik terhadap istri
16.   Dorongan untuk bertanya tentang berbagai hal yang bermanfaat
17.   Orang yang ingin bertanya diperbolehkan bertanya jika menurutnya orang yang ditanyakan suka dengan pertanyaannya
18.   Anjuran untuk menjelaskan suatu dalil bagi orang yang belajar
19.   Disyariatkannya qias

HADITS KE 26 MENDAMAIKAN ORANG YANG BERTIKAI DENGAN ADIL
Diantara tujuan terpenting yang ingin dicapai Islam adalah menyatukan hati kaum muslimin, tegaknya kebenaran di antara mereka, kokohnya barisan mereka, dan kemenangan terhadap musuh. Tujuan ini tidak akan bisa terealisasi kecuali dengan kerjasama dan tolong menolong. Hadis ini berisi dorongan untuk terciptanya kerjasama melalui ucapan maupun perbuatan.
Kandungan hadis
1.       Kekuasaan Allah
2.       Perlunya bersyukur
3.       Macam-macam syukur
4.       Macam-macam shodaqoh
5.       Salat duha sebagai rasa syukur atas kesempurnaan anggota tubuh
6.       Memuji Allah atas nikmat yang telah diberikan adalah tanda syukur
7.       Ikhlas
8.       Hadits ini tidak bermaksud membatasi jenis sadaqoh
9.       Menjelaskan bahwa Allah telah memberikan nikmat sehat dan kesempurnaan anggota badan kepada manusia

HADITS KE-27 ANTARA KEBAJIKAN DAN DOA
Kandungan hadis
1.       Definisi kebaikan. Yang dimaksud kebajikan adalah semua perbuatan yang merupakan wujud dari ketaatan kepada Allah baik lahir ataupun batin.
2.       Kebenaran bisa diketahui dari fitrah manusia
3.       Tanda-tanda dosa
4.       Keraguan terhadap fatwa
5.       Mukjizat Rasulullah. Beliau mengabarkan apa yang ada dalam hati sahabatnya sebelum ia mengungkapkan.
6.       Memposisikan orang lain pada posisi yang semestinya
7.       Rasulullah memiliki akhlak yang paling mulia
8.       Hadis ini mendorong kita untuk berusaha memiliki Akhlak Yang Mulia
9.       Islam sangat menghargai hati bahkan menjadikannya tempat merenung sebelum bertindak
10.   Agama memiliki kontrol dari dalam diri manusia
11.   Agama mencegah seseorang dari melakukan sesuatu dosa

HADITS KE-28 MENJALANKAN PERBUATAN SUNNAH DAN MENGHINDARI BID'AH
Kandungan hadis
1.       Nasehat yang menyentuh
2.       Sifat pemberi nasehat yang sukses
3.       Keutamaan dan kebersihan hati para sahabat
4.       Pesan taat
5.       Komitmen terhadap sunnah nabi dan Sunnah Khulafaur Rasyidin
6.       Peringatan dari bid'ah
7.       Anjuran untuk memberikan pesan ketika hendak berpisah
8.       Larangan untuk menciptakan sesuatu yang baru dalam masalah agama

HADITS KE-29 PINTU-PINTU KEBAIKAN
Kandungan hadis
1.       Perhatian Mu'adz ra. yang cukup besar terhadap amal sholeh
2.       Amal perbuatan merupakan penyebab masuk surga
3.       Melaksanakan rukun-rukun islam
4.       Pintu-pintu kebaikan
5.       Inti perkara adalah Islam
6.       Menjaga lisan adalah kunci semua masalah
7.       Perbuatan yang paling utama selain amalan wajib
HADITS KE-30 RAMBU-RAMBU ALLAH
Kandungan hadis
1.       Barusan melakukan hal-hal yang fardhu dan wajib
2.       Tidak melampaui batasan-batasan yang telah ditentukan Allah
3.       Larangan mendekati berbagai hal yang diharamkan
4.       Rahmat Allah kepada hambaNya
5.       Tidak boleh banyak bertanya
6.       Hadits ini menyuruh kita untuk mematuhi semua kewajiban

HADITS KE-31 HAKIKAT ZUHUD
Kandungan hadis
1.       Pengertian zuhud. Zuhud terhadap dunia karena mengharamkan yang halal dan membuang harta, akan tetapi zuhud terhadap dunia adalah lebih meyakini keberadaan apa yang ada di sisi Allah daripada apa yang ada ditangan kita.
2.       Macam-macam zuhud
3.       Langkah-langkah arti sifat zuhud.
a.       Memikirkan kehidupan akhirat dan hari perhitungan
b.      Menumbuhkan perasaan bahwa kenikmatan dunia dapat memalingkan hati dari dzikir kepada Allah
c.       Memahami sepenuhnya bahwa dunia adalah perkara yang tidak ada harganya dan akan cepat cermat jika dibandingkan dengan apa yang ada di sisi Allah
d.      Selalu menghadirkan perasaan bahwa dunia adalah terkutuk
4.       Dunia itu sepele jangan sampai tertipu
5.       Cercaan terhadap dunia tidak ditujukan kepada waktu atau tempat, tapi cercaan tersebut pada dasarnya adalah cercaan terhadap sikap dan perilaku manusia di dunia
6.       Cara mendapatkan kecintaan Allah
7.       Cara mendapatkan kasih sayang sesama manusia
8.       Zuhudnya Rasulullah dan para sahabatnya
9.       Zuhud yang tidak benar. Zuhud yang tidak benar adalah menolak semua jenis kenikmatan dunia dan tidak mau merasakannya sedikitpun




HADITS KE-32 TIDAK BOLEH KEMUDHARATAN
Kandungan hadis
1.       Yang dilarang adalah menyakiti bukan karena alasan syar'i
2.       Allah tidak memerintahkan hambanya untuk melakukan sesuatu yang membawa mudharat
3.       Meringankan beban, dalam menjalankan syariat terdapat keringanan dari Allah subhanahu wa ta'ala
4.       Bentuk-bentuk kemudharatan
5.       Seperempat masalah fiqih
a.       Sesuatu yang yakin tidak bisa dikalahkan oleh yang ragu-ragu
b.      Kesulitan mendatangkan kemudahan
c.       Kemudharatan itu harus dihapuskan
d.      Tradisi bisa dijadikan hukum
6.       Hadis yang menjelaskan bahwa jika ada dua orang yang saling mencaci dan saling menuduh maka tidak diperlakukan kisah kepada keduanya tetapi dijatuhi hukuman yang sesuai dengan dosanya masing-masing

HADITS KE-33 DASAR-DASAR HUKUM ISLAM
Kandungan hadis
1.       Ketinggian hukum Islam. Islam adalah sistem hidup yang sempurna mengajarkan aqidah yang bersih ibadah yang benar Akhlak Yang Mulia hukum yang menjamin setiap hak dan melindungi nyawa harta dan kehormatan setiap individu
2.       Macam-macam saksi
a.       Kesaksian terhadap zina
b.      Kesaksian terhadap pembunuhan dan kejahatan selain zina
c.       Kesaksian untuk menetapkan hak-hak yang bersifat materi
d.      Kesaksian terhadap masalah-masalah wanita yang biasanya tidak diketahui oleh laki-laki
3.       Saksi adalah bukti bagi pihak penggugat Sedangkan sumpah adalah bukti bagi pihak tergugat
4.       Bukti yang diajukan penggugat harus didahulukan
5.       Menyuruh penggugat untuk bersumpah
6.       Putusan hukum karena tidak mau bersumpah
7.       Kapan pihak tergugat harus bersumpah
8.       Bagaimana bentuk sumpah yang harus diucapkan
9.       Adab-adab bersumpah
10.   Satu saksi dan sumpah
11.   Penggugat dan perihal saksi yang didatangkan
12.   Bolehkah keputusan hakim didasarkan pada apa yang ia ketahui
13.   Keputusan hakim tidak bisa menghalalkan yang diharamkan dan mengharamkan yang dihalalkan
14.   Pahala bagi Hakim yang adil
15.   Satu Hakim masuk surga dan dua Hakim masuk neraka

HADITS KE-34 MENYINGKIRKAN KEMUNGKARAN
Kandungan hadis
1.       Berkaitan dengan hadits ini bahwa orang yang pertama kali mendahulukan khotbah pada hari raya adalah Marwan
2.       Al Haq dan Al bathil telah ada dan selalu berpasangan sejak adanya Manusia dimuka bumi
3.       Memberantas kemungkaran
4.       Dampak yang timbul jika tidak dilakukan pemberantasan terhadap kemungkaran
5.       Pemahaman yang harus dirubah
6.       Tidak memberantas kemungkaran karena takut menimbulkan kerusakan
7.       Amar ma'ruf dan nahi mungkar terhadap orang yang diyakini tidak akan menerimanya
8.       Ucapkan kebenaran tanpa keraguan
9.       Amar ma'ruf nahi mungkar terhadap para pemimpin
10.   Saling menasehati dan bukan membikin kekacauan
11.   Antara keras dan lunak dalam melakukan Amar ma'ruf nahi mungkar
12.   Sabar dalam melakukan Amar ma'ruf nahi mungkar
13.   Kemuliaan bukan kehinaan
14.   Nahi mungkar hanya boleh dilakukan terhadap kemungkaran yang tampak
15.   Nahi mungkar tidak berlaku untuk perkara-perkara yang kemungkaran nya oleh para ulama
16.   Tanggung jawab Amar ma'ruf nahi mungkar bersifat umum dan khusus
17.   Adab dalam melakukan Amar ma'ruf nahi mungkar
18.   Termasuk bagian dari keimanan
19.   Niat dalam melakukan Amar ma'ruf nahi mungkar
20.   Ubudiyah yang sesungguhnya
21.   Tidak layak jika seseorang meninggalkan Amar ma'ruf nahi mungkar karena alasan persahabatan dan kasihan.



HADITS KE-35 UKHUWAH DAN HAK-HAK MUSLIM
Kandungan hadis
1.       Larangan hasad
2.       Larangan mempropagandakan naiknya harga sesuatu tanpa ada maksud membelinya namun untuk merugikan orang lain
3.       Larangan saling membenci
4.       Larangan untuk memutuskan hubungan
5.       Larangan menjual atas jualan orang lain
6.       Perintah untuk menyebarluaskan ruh persaudaraan
7.       Kewajiban seorang muslim terhadap saudaranya sesama muslim
8.       Taqwa adalah sebuah barometer
9.       Terpeliharanya seorang muslim
10.   Islam bukan hanya aqidah dan ibadah akan tetapi juga mencakup akhlak dan muamalah

HADITS KE 36 RANGKUMAN DARI BERBAGAI KEBAIKAN
Kandungan hadis
1.       Orang-orang ibarat satu tubuh
2.       Berbagai macam problematika di dunia
a.       Menolong dari kezaliman
b.      Membebaskan dari tahanan musuh
c.       Memberi hutang jika diperlukan
3.       Kesusahan pada hari kiamat
4.       Memudahkan orang yang mendapat kesulitan
5.       Kemudahan yang diberikan Allah ta'ala
6.       Di bawah naungan Allah Subhanahu Wa Ta'ala
7.       Keteladanan dalam menaati Allah Subhanahu Wa Ta'ala
8.       Menutup aib sesama muslim
9.       Menutupi aib maksiat
10.   Mengadukan dosa yang telah dilakukan
11.   Jika mengetahui orang yang sedang melakukan maksiat
12.   Meminta maaf bagi orang yang melakukan maksiat
13.   Ampunan tidak bisa ketika kesalahan sudah ditangani Hakim
14.   Penafsiran lain
15.   Tolong menolong antara sesama muslim dan pertolongan Allah kepada mereka
16.   Teladan yang baik dan Salafus Shalih
17.   Jadilah pembela niscaya kamu mendapat pahala kisah
18.   Jalan menuju surga
19.   Kedudukan ilmu dalam Islam
20.   Hukum menuntut ilmu
a.       Fardhu ain, semua muslim diwajibkan untuk menutup mulutnya yaitu hal-hal diketahui setiap muslim agar aqidahnya tidak sesat ibadahnya benar dan perilakunya sesuai dengan syariat Allah.
b.      Fardhu kifayah, yaitu menutup dengan maksud untuk mendalami berbagai ilmu ilmu syair dan mengambil spesialisasi terhadap suatu ilmu yang dibutuhkan masyarakat muslim untuk menjaga eksistensi dan demi terciptanya negara yang penuh dengan kebenaran dan keadilan.
21.   Ilmu adalah cahaya. Ilmu adalah cahaya yang menerangi gelapnya kebodohan dan menepis segala keraguan
22.   Ya Allah tambahkanlah ilmuku. Seorang muslim tidak berhenti pada satu tahapan yang dianggap telah sempurna akan tetapi ia akan terus berusaha menambah keutamaan.
23.   Mengamalkan ilmu mendapatkan ilmu yang lain. Pembimbingan dari Allah sampai kepada ujungnya dan kemudahan yang diberikan-nya sampai kepada puncaknya ketika ilmu bersatu dengan amal perkataan sesuai dengan perbuatan.
24.   Peringatan bagi ilmu yang tidak diamalkan.
25.   Menyebarkan ilmu
26.   Ikhlas dalam menuntut ilmu
27.   Jangan malu mengatakan tidak tahu
28.   Adab menuntut ilmu
29.   Dzikir kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala
30.   Dzikir yang paling baik adalah kitabullah
31.   Memakmurkan masjid
32.   Membaca al-quran merupakan ibadah yang unik
33.   Cahaya diatas cahaya
34.   Karunia Allah dan keridhaan-nya
35.   Ajaran Islam adalah ajaran yang manusiawi dan adil
36.   Perlindungan atas dasar iman
37.   Menuju kebahagiaan
1.       38 hal-hal lain yang bisa diambil pelajaran dari hadis diatas
a.       Pahala yang diberikan Allah kepada hamba-Nya sesuai dengan apa yang telah dilakukan seseorang
b.      Berbuat baik kepada makhluk merupakan jalan untuk mendapatkan kecintaan Allah

HADIS KE- 37 KEADILAN DAN KARUNIA ALLAH
1.       Perbuatan yang baik
2.       Perbuatan yang buruk
3.       Berazam untuk melakukan kebaikan
4.       Berniat melakukan dosa
2.       5 karunia yang besar
5.       Keutamaan puasa
6.       Malaikat mengetahui apa yang diingatkan manusia
7.       Sesungguhnya rahmat Allah terhadap hamba-Nya sangatlah luas
8.       Allah tidak akan menghitung berpikir untuk melakukan maksiat sebagai suatu dosa kecuali jika telah dilakukan secara konkrit
9.       Seorang muslim hendaknya senantiasa berniat untuk melakukan kebaikan ikhlas dalam ketaatan
10.   Ikhlas dalam ketaatan dan dalam rangka meningkatkan maksiat adalah kunci untuk mendapatkan pahala

HADITS KE 38 SARANA UNTUK MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH
Allah memberikan kecintaan dan penjagaan terhadap para wali-Nya. Wujud dari penjagaan itu adalah amarah Allah berdasarkan berusaha mencelakakan mereka.
Kandungan hadis
1.       Wali Wali Allah. Wali Allah adalah orang yang melakukan ketaatan kepada Allah.
2.       Memusuhi Wali Allah. Barangsiapa yang menyakiti seorang mukmin maka Allah menyatakan perang kepada orang tersebut.
3.       Amalan yang paling afdol. Amalan yang paling afdhol adalah melakukan apa-apa yang telah diwajibkan Allah, meninggalkan perkara-perkara yang dengan niat yang ikhlas.
4.       Meninggalkan maksiat adalah bagian dari menunaikan kewajiban
5.       Mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan sunnah
6.       Dampak kecintaan Allah terhadap para wali Nya
7.       Doa Wali pasti dikabulkan
8.       Keragu-raguan untuk mencabut nyawa seorang mukmin
9.       Tawadhu'
a.       Wali Allah mempunyai kedudukan yang tinggi karena ia menyerahkan semua urusan dirinya kepada Allah
b.      Seorang yang menyakiti Wali Allah tapi tidak segera ditimpa musibah bukan berarti berarti ia lepas dari kemarahan Allah




HADITS KE-39 KESULITAN AKAN DIMUDAHKAN
Kandungan hadis
1.       Orang yang melakukan sesuatu yang dilarang Allah tanpa sengaja maka perbuatan tersebut tidak akan diberikan hukuman di akhirat sebagai karunia dan nikmat dari Allah
2.       Karunia Allah dalam memberi kemudahan bagi orang yang mengalami kesulitan
3.       Diampuni dosanya bukan berarti terbebas dari tanggung jawab lainnya
4.       Contoh kasus
a.       Kekeliruan dalam membunuh. Seseorang yang bermaksud membidik binatang buruan namun mengenai orang muslim maka dia tidak dibebani dosa akan tetapi diwajibkan membayar kafarat.
b.      Salat. Barangsiapa tidak melaksanakan salat karena tertidur atau Lupa maka ia tidak berdosa namun dituntut mengqadha salatnya.
c.       Mengucapkan kalimat yang menunjukkan kekafiran. Seseorang yang dipaksa untuk mengucapkan kalimat yang mengindikasikan keguruan Hendaklah ia memilih kalimat yang bisa dipahami lain. Kalau tidak bisa Hendaklah ia mengucapkan hanya dengan lisannya sedang hatinya masih dipenuhi keimanan.
5.       Penjelasan secara rinci mengenai kekeliruan dan lupa
a.       Jika kekeliruan atau lupa terjadi berkaitan dengan meninggalkan sesuatu yang diperintahkan, maka perintah tersebut tidak gugur namun wajib diulang.
b.      Jika kekeliruan dan lupa terjadi dengan melakukan perbuatan yang dilarang tapi tidak merugikan orang lain maka kekeliruan tersebut tidak berdosa
c.       Jika kekeliruan dan lupa terjadi dengan melakukan perbuatan yang dilarang dan merugikan orang lain maka ia harus memberikan ganti rugi
d.      Jika kekeliruan dan lupa terjadi dengan melakukan perbuatan yang dilarang sedangkan perbuatan yang dia lakukan adalah perbuatan yang harus diberikan iqob, maka hukuman tersebut dianggap gugur
6.       Perbuatan karena lupa yang tidak ditoleransi. Jika kelupaan itu timbul karena adanya suatu sebab karena kurang hati-hati atau tidak mengambil langkah-langkah agar benar maka perbuatan yang tetap tidak bisa ditoleransi
7.       Berbagai masalah fiqih yang berkenaan dengan lupa
8.       Kekeliruan dan lupa dalam bersumpah
9.       Paksaan
10.   Masalah-masalah fiqih seputar paksaan
11.   Rela terhadap paksaan
12.   Paksaan untuk melakukan kebenaran

HADITS KE-40 MENGAMBIL DUNIA UNTUK KESELAMATAN DI AKHIRAT
Kandungan hadis
1.       Rasulullah adalah seorang murobbi. Rasulullah adalah pengajar dan pendidik bagi para sahabatnya.
2.       Dunia akan sirna dan akhirat kekal abadi
3.       Dunia hanyalah jembatan yang menghubungkan ke akhirat
4.       Nasihat Ibnu Umar
5.       Setiap muslim hendaklah segera Melakukan kebaikan, banyak melakukan ketaatan dan berbagai kebajikan lainnya
6.       Bagi setiap muslim hendaknya memanfaatkan setiap kesempatan yang dimilikinya Sebelum terlambat
7.       Hadis ini merupakan dorongan untuk bersikap zuhud terhadap dunia
8.       Seorang muslim adalah orang yang bersungguh-sungguh dalam melakukan amal Shalih
9.       Waspada terhadap orang-orang yang berperilaku buruk
10.   Perbuatan yang bersifat duniawi wajib dilakukan jika dalam rangka mencukupi kebutuhan jiwa dan untuk mendapatkan berbagai manfaat
11.   Hadis ini mendorong kita untuk bersikap proporsional antara dunia dan akhirat

HADITS KE 41 MENGIKUTI SYARIAT ALLAH
Kandungan hadis
1.       Seorang muslim adalah manusia yang sempurna karena dalam dirimu Slamet terdapat sisi-sisi ideal, antara ucapan dan perbuatan tidak bertentangan
2.       Hakikat dan macam-macam hawa nafsu
3.       Hawa nafsu adalah sumber kesesatan
4.       Mengikuti hawa nafsu sama halnya dengan menjadikannya sebagai Tuhan
5.       Manusia yang dimuliakan dengan akal tidak selayaknya mengikuti hawa nafsu
6.       Mengikuti hawa nafsu adalah kerugian
7.       Tingkatan-tingkatan Iman
8.       Cinta Allah dan rasul-Nya
9.       Indikasi kecintaan adalah mengikuti
10.   Manisnya iman. Iman sangat berarti bagi rohani seseorang mukmin.
11.   Berhukum dengan Hukum Allah. Termasuk konsekuensi dari keimanan kepada Allah.
12.   Mencintai apa yang dibenci Allah dan membenci apa yang dicintai Allah adalah kekufuran
13.   Contoh yang ideal adalah para sahabat Rasulullah dalam mencintai Allah dan rasulnya
14.   Setiap muslim diharuskan menyesuaikan setiap perbuatannya dengan Alquran dan as-sunnah
15.   Barangsiapa yang mengakui kebenaran syariat Allah dengan hatinya ucapkan pengakuan tersebut dengan lesannya, namun perbuatannya tidak sesuai dengan Syariat Yang diyakininya maka ia adalah orang fasik
16.   Termasuk konsekuensi dari keimanan adalah membela dan mempertahankan syariat Allah

HADITS KE-42 LUASNYA PENGAMPUNAN ALLAH
Kandungan hadis
1.       Sebab-sebab datangnya ampunan
2.       Memohon ampunan. Hal yang terpenting yang dimohon seseorang dalam doanya adalah memohon ampunan dari segala dosa
3.       Kadang-kadang seorang hamba dialihkan kepada yang lebih baik
4.       Adab-adab berdoa
5.       Meminta ampunan Betapapun besar dosa yang dia lakukan
6.       Istighfar dalam Al Quran
7.       Taubat dan istighfar
8.       Meminta ampun namun tetap melakukan dosa
9.       Taubatnya orang yang berdusta
10.   Taubat dan janji
11.   Memperbanyak istighfar
12.   Sayyidul istighfar
13.   Istighfar dari dosa yang tidak diketahui
14.   Buah dari istighfar
15.   Istifar melalui orang yang diyakini tidak banyak berbuat dosa
16.   Berprasangka baik kepada Allah dan meyakini bahwa dia yang dapat mengampuni.
17.   Antara rasa takut dan harapan
18.   Tauhid adalah kunci mendapatkan ampunan
19.   Balasan bagi orang yang bertauhid Adalah surga
20.   Selamat dari neraka
21.   Tauhid yang murni