UPGRADING GURU eLKISI

Komitmen ustad dan ustadzah untuk menjadikan eLKISI lembaga yang terbaik tercermin dengan semangatnya untuk mengikuti pelatihan-pelatihan yang ada. Maka berbagai rangkaian pelatihan sudah dijalani, termasuk Pelatihan Guru pada hari Sabtu 10 Juni 2017 oleh Bpk. Akhmad Waras, S.Pd, M.Pd selaku pengawas SMP dari Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto. Pelatihan berjalan kurang lebih 3,5 jam mulai pukul 08.00 sampai pukul 11.30. 
Pelatihan kali ini Bpk Waras menyampaikan hal-hal teknis yang berkaitan dengan perangkat pembelajaran guru. Mulai dari cara menghitung Rencana Pekan Efektif (RPE), Membuat Program Semester, sampai Rencana Program Pembelajaran (RPP). Selain itu beliau menyampaikan metode-metode pembelajaran yang kreatif guna menjadikan proses pembelajaran lebih menyenangkan dan efektif. Berbagai pertanyaan disampaikan oleh Ustad dan Ustadzah kepada Pembicara untuk lebih memahami materi-materi yang disampaikan. Dan Bpk. Waras menjelaskan segala pertanyaan dengan gamblang dan mudah untuk dimengerti. 
Beliau bertekad untuk menjadikan eLKISI sebagai lembaga pendidikan SMP Swasta percontohan di wilayah Kabupaten Mojokerto. Beliau memberi motivasi agar senantiasa meningkatkan kemampuan diri guru sehingga kepercayaan masyarakat terhadap eLKISI semakin meningkat. Terdapat kebijakan terbaru dari Pemerintah (Permendikbud No.12 Tahun 2017) yang menguntungkan sekolah swasta, yaitu diberlakukannya rayonisasi untuk sekolah-sekolah negeri dalam penerimaan siswa baru. Sehingga sekolah-sekolah negeri favorit hanya dapat menerima siswa di dalam rayonnya saja. Maka orang tua yang menginginkan anaknya bisa sekolah di tempat yang bagus apabila diluar rayonnya maka pilihannya hanya ke sekolah swasta yang favorit.
 
Maka hal ini selaras dengan tekat para ustad dan ustadzah, bahwa eLKISI tahun ini harus menjadi yang terbaik. Laa haula wa laa quwwata illa billah...


Tradisi Makan Menjelang Hari Raya

Makan bersama menjelang Hari Raya idul Fitri merupakan tradisi di desa. Setiap tetangga diundang untuk berkumpul, berdoa dan makan bersama. Termasuk hari ini (Jumat 23 Juni 2017) saya sekeluarga bersama tetangga berkumpul menjelang adzan maghrib untuk makan bersama. Dan inilah tradisi yang sudah mulai hilang di perkotaan, dan hanya bisa kita dapati di daerah pedesaan.

Berkaitan dengan tradisi, maka Syariat tidak berupaya menghapuskan tradisi/adat –istiadat. Islam menyaring tradisi tersebut agar setiap nilai-nilai yang dianut dan diaktualisasikan oleh masyarakat setempat tidak bertolakbelakang dengan Syariat. Sebab tradisi yang dilakukan oleh setiap suku bangsa yang nota bene beragama Islam tidak boleh menyelisihi syariat. Karena kedudukan akal tidak akan pernah lebih utama dibandingkan wahyu Allah Ta’ala. Inilah pemahaman yang esensi lagi krusial yang harus dimiliki oleh setiap Muslim. Keyakinan Islam sebagai agama universal dan mengatur segala sendi-sendi kehidupan bukan hanya pada hubungan transendental antara hamba dan Pencipta tetapi juga aspek hidup lainnya seperti ekonomi, sosial, budaya, politik dan lain sebagainya. Kadangkala pemahaman parsial inilah yang masih diyakini oleh ummat Islam. Oleh karena itu, sikap syariat Islam terhadap adat-istiadat senantiasa mendahulukan dalil-dalil dalam Al-Qur’an dan Hadist dibanding adat atau tradisi.

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَن يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُّبِينًا [٣٣:٣٦]


“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukminah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan lain tentang urusan mereka. Dan barang siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya dia telah tersesat, sesat yang nyata.” (QS.Al-Ahzab:36)

Disadur dari -> 
http://wahdah.or.id/menyikapi-tradisi-adat-istiadat-dalam-perspektif-islam/ .

Bersih-Bersih Menjelang Hari Raya

Menyempatkan waktu untuk bersih-bersih rumah bersama Ahsan, Jumat pagi 23 Juni 2017 ngecat rumah persiapan Hari Raya Idul Fitri 1438 H.

Kajian Menjelang Buka (Musholah Jasem)

Kajian menjelang buka puasa di Musholah Jasem Ngoro Mojokerto. Mengambil tema: "Ramadhan Bulan Kemenangan", Selasa 20 Juni 2017.

Dalam sejarah kaum muslimin, Bulan Ramadhan adalah bulan perjuangan, bulan yang dipenuhi dengan semangat jihad fii sabilillah. Mulai dari perang pertama kaum muslimin yang dipimpin langsung oleh Rosulullah SAW Perang Badar Al-Kubro, yaitu pertempuran yang pertama terjadi dalam sejarah Islam. Perang ini berlansung pada tanggal 17 Ramadhan tahun ke-2 Hijriyah. Fath Makkah (Penaklukan kota makkah) yang dipimpin langsung oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Pertempuran ini terjadi pada tanggal 10 Ramadhan tahun ke-8 Hijriyah. Pertempuran ‘Ain Jalut, pada bulan Ramadhan tahun 685 H. Dalam peperangan tersebut, umat Islam yang dipimpin oleh Sultan Qutuz berhasil melawan pasukan Tatar yang telah membunuh jutaan kaum muslimin di negara-negara Islam. Dan berbagai pertempuran yang dilakukan oleh kaum muslimin di dalam bulan Ramadhan yang beroleh kemenangan dari Allah SWT.

Perlunya kita melakukan muhasabah, apakah ramadhan yang kita jalani sudah membentuk mental pejuang pada diri kita. Dengan mengevaluasi diri apakah kita sudah melakukan mujahadah terhadap hawa nafsu pribadi. Karena syarat untuk bisa berjuang adalah seorang muslim yang mampu untuk mengendalikan dirinya dari hawa nafsu. Maka bulan Ramadhan adalah pelatihan diri terbaik yang diberikan Allah untuk menjadikan diri kita pribadi pejuang yang tangguh.

Bulan Ramadhan merupakan bulan tarbiyah untuk membentuk pribadi mujahid yang siap memperjuangkan agama Allah. Semoga kita termasuk dalam barisan pejuang agama Allah yang senantiasa ikhlas dan mengikuti jejak Rosulullah SAW.

Pelatihan JIBAS Bandung

Pelatihan JIBAS angkatan ke-110 tanggal 24-25 Mei 2017.
Peserta dari Ponpes eLKISI Mojokerto Jatim, MTs Umdatur Rashikien Jakarta Timur, SMP NU Darul Ma'arif Kaplongan Indramayu.

Di Head Office PT. Performa Integrasi Informasi
JIBAS Technical Support
Jl. Kalijati Raya No.30 Antapani
Bandung



IMPLEMENTASI STRATEGI KOGNITIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS

PENDAHULUAN

Bahasa Inggris memiliki peran yang sangat penting  dalam  perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik serta merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi, karena bahasa Inggris digunakan sebagai alat berkomunikasi baik secara  lisan maupun  tulis. Kemampuan berkomunikasi dalam pengertian yang utuh adalah kemampuan berwacana, yakni kemampuan memahami dan/atau menghasilkan teks lisan dan/atau tulis yang direalisasikan dalam empat keterampilan berbahasa, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Keempat keterampilan inilah yang digunakan untuk menanggapi atau menciptakan wacana dalam kehidupan bermasyarakat.
Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan upaya peningkatan kualitas pembelajaran. Untuk itu setiap guru harus memiliki pengetahuan yang memadai berkenaan dengan konsep dan cara – cara pengimplementasian Strategi pembelajaran.  Strategi pembelajaran yang efektif memiliki keterkaitan dengan tingkat pemahaman guru terhadap perkembangan dan kondisi peserta didik. Oleh karena itu keberhasilan pelaksanaan proses pembelajaran sangat tergantung pada guru. Guru merupakan unjung tombak dalam pencapaian tujuan pembelajaran.
Pemilihan Strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru sangat dipengaruhi oleh sifat dari materi yang akan diajarkan, juga dipengaruhi oleh tujuan yang akan dicapai dalam pengajaran tersebut dan tingkat kemampuan peserta didik. selain itu setiap Strategi pembelajaran memiliki tahapan - tahapan (sintaks) yang berbeda antara Strategi pembelajaran yang satu dengan sintaks yang lain. Oleh karena itu guru perlu menguasai dan dapat menerapkan berbagai strategi pembelajaran, agar dapat mencapai tujuan pembelajaran sesuai dengan yang ditetapkan.

Dengan alasan itulah  pada kesempatan ini penulis menyusun tulisan  dengan judul “Penerapan Strategi Kognitif Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris (Pengembangan Mata Diklat Perancangan Model Pembelajaran Pada Diklat Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru MA)”



PEMBAHASAN

Pengertian Strategi Kognitif
Strategi kognitif merupakan kemampuan internal yang terorganisir yang dapat membantu peserta didik dalam proses belajar, proses berpikir memecahkan masalah, dan mengambil keputusan. (Iskandarwahid,2009)
Dalam pendapat yang lain Dikatakan bahwa : “Cognitive Strategy Instruction (CSI) is a very broad subject but here you will find anoverview of the process and practical tips. For more in depth study references are provided.CSI is a tool intended to help students develop the necessary skills to be self-regulated learners.” (Reid, 2005).
Berdasarkan pada pandangan ini, pembelajaran yang menerapkan strategi kogntif memberikan alat kepada peserta didik yang memungkinkan, dengan alat itu, peserta didik mengembangkan keterampilannya dan melakukan sendiri. Pembelajaran dengan strategi kognitif bukanlah serangkaian langkah khusus. Dicontohkan pada saat pembelajaran membaca, agar peserta didik dapat membaca dengan baik maka yang harus dilakukan guru ialah membekali peserta didik dengan strategi. Strategi dimaksud, yaitu menggunakan who, what and wheree . dalam proses membaca agar para peserta didik dapat menghasilkan atau membuat pertanyaan yang mengantarkan mereka mengerti apa yang mereka baca.

Bentuk bentuk Strategi Kognitif dan Fungsinya
Ada empat strategi kognitif :
1.      Chunking , ialah strategi yang digunakan untuk mengatasi kesulitan memahami organisasi bahan ajar yang kompleks secara sistimatis. Materi pembelajaran yang kompleks dipilah-pilah menjadi bagian yang lebih kecil kemudian diurutkan.
2.      Spatial, ialah strategi yang digunakan untuk mengatasi kesulitan memahami bahan ajar atau kompetensi yang kompleks dilihat secara keseluruhan kemudian juga dilihat hubungan antar komponen/bagian kemudian. Strategi bisa dalam bentuk frame (table) dan Concept Map (Peta konsep).
3.      Bridging, ialah strategi untuk menjembatani pemahaman seseorang melalui metaphor, analogi (memahami konsep baru dengan menggunakan konsep yang sudah dipahami) dan advance organizer dalam (bentuk kerangka abstraksi atau ringkasan, atau dalam bentuk narasi ) untuk memudahkan pemahaman.
4.      Multipurpose, ialah strategi yang diganukan berbagai tujuan, antara lain rehearsal, imagery, dan mnemonic. Rehearsal  merupakan strategi untuk  mereview materi, bertanya, mengantisipasi pertanyaan dan materi. Imagery (membayangkan) digunakan untuk mengatasi kesulitan pemahaman dengan cara visualisasi suatu konsep, kejadian maupun prinsip.

Strategi Kognitif Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris
Cognitive strategies adalah strategi – strategi yang paling essential dalam belajar yaitu penggunaan dan transformasi bahasa target. Beberapa startegi belajar bahasa yang termasuk dalam strategi kognitif yaitu :
a. Repeating
Mengatakan atau melakukan sesuatu berulang-ulang. mendengarkan kepada sesuatu, berlatih atau menirukan seorang penutur asli.
b. Recognizing and Using Formulas and Patterns
Dengan strategi ini pembelajar memahami dan menggunakan pola-pola kalimat.
c. Practicing Naturalistically
Menggunakan bahasa Inggris dalam situasi yang alamiah misalnya menulis surat kepada teman yang berulang tahun.
d. Getting the Idea Quickly
Strategi ini adalah skimming untuk memperoleh main idea atau scanning untuk memperoleh informasi specific..
e. Using Resources for Receiving and Sending Messages
Menggunakan sumber-sumber tercetak atau non-cetak ( misalnya listening texts) untuk memahami pesan2 (listening or reading) atau memberikan pesan2 ( speaking or writing)
f. Translating
Menterjemahkan teks dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris atau dari bahasa Inggris ke Indonesia untuk memahami ataupun memproduksi teks bahasa Inggris.
g. Taking Notes
Mencatat ide-ide pokok merupakan sebuah strategi untuk memahami ( reading dan listening) atau membuat teks (speaking atau writing)
h. Summarizing
Membuat sebuah summary dari sebuah merupakan sebuah strategi belajar juga untuk memahami sebuah text (listening dan reading) atau membuat text ( speaking dan writing)



Strategi Kognitif dan Penilaian
Stretegi kogntif disesuaikan dengan kondisi tingkat kompetensi peserta didik. Sebagai contoh, apabila sebagian besar peserta didik sudah menguasai /memilki kompetensi membedakan pemakain was dan were, mereka bisa langsung ke strategi kogntif lain yang belum dikuasai. Guru hanya melayani mereka (sebagian kecil) yang belum menguasai. Demikian juga tingkat kesulitan vocabulary maupun grammar yang lebih sulit (past perfect tense, past perfect continuos tense ) bisa ditugaskan untuk digunakan (bukan hanya simple past tense) bagi peserta didik-peserta didik yang sudah kompetensnya penguasaan simple past tense sangat baik. Bisa juga terkait dengan assessment/penilaian, tiap komponen kompetensi seperti dijelaskan di atas dapat diberlakukan besarnya nilai ketuntasan belajar (KKM) artinya guru bisa menentukan peserta didik boleh /tidak boleh melanjutkan pada kompetensi lebih lanjut bila target masing-masing komponen kompetensi belum mencapai KKM yang ditetapkanoleh guru.




PENUTUP
Dapat disimpulkan bahwa strategi kognitif dapat diimplementasikan dalam pembelajaran bahasa Inggris, khususnya pembalajaran speaking atau Reading. Strategi kognitif dapat mendukung untuk  peningkatan pencapaian tujuan pembelajaran. Strategi kognitif akan secara efektif, efisien, praktis dan cepat  membantu guru dalam upaya meningkatkan kompetensi pemahaman (kognitif) dan praktek (psikomotor) peserta didik yang belum baik menjadi baik dan peserta didik yang sudah baik menjadi semakin baik. Sedang Reid menyatakan lebih rinci dan tegas bahwa Instrusctional Cognitive Strategy (ISC) memberikan kemudahan dan hasil yang baik bagi peserta didik.,”